top of page

"JANGAN RAGU MEMBERIKAN PERSEMBAHAN KEPADA TUHAN"



 

2 Tawarikh 1 : 1-6


1 Salomo, anak Daud, menjadi kuat dalam kedudukannya sebagai raja; TUHAN, Allahnya, menyertai dia dan menjadikan kekuasaannya luar biasa besarnya. 2 Salomo memberi perintah kepada seluruh Israel, kepada kepala-kepala pasukan seribu dan pasukan seratus, kepada para hakim dan kepada semua pemimpin di seluruh Israel, yakni para kepala puak. 3 Lalu pergilah Salomo bersama-sama dengan segenap jemaah itu ke bukit pengorbanan yang di Gibeon, sebab di situlah Kemah Pertemuan Allah yang dibuat Musa, hamba TUHAN itu, di padang gurun. 4 --Tetapi Daud telah mengangkut tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke tempat yang disiapkannya bagi tabut itu, --sebab ia telah memasang kemah untuk tabut itu di Yerusalem.5 Namun mezbah tembaga yang dibuat Bezaleel bin Uri bin Hur masih ada di sana di depan Kemah Suci TUHAN. Maka ke sanalah Salomo dan jemaah itu meminta petunjuk TUHAN. 6 Salomo mempersembahkan korban di sana di hadapan TUHAN di atas mezbah tembaga yang di depan Kemah Pertemuan itu; ia mempersembahkan seribu korban bakaran di atasnya.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Ketika beribadah di Gereja, Acong hendak memberikan persembahan dalam ibadah. Ketika hendak memberikan persembahan, Acong bingung harus memberikan berapa banyak sebab tidak mempersiapkannya dari rumah. Setelah sesaat merenung, dengan sukacita Acong kemudian memberikan persembahan yang terbaik. Acong sadar jika berkat TUHAN selalu tersedia bagi dirinya, mengapa mengapa harus ragu membawa persembahan kepada TUHAN. Acong tidak sedang pamer tapi Acong sedang berusaha menyadari kebaikan TUHAN dalam hidupnya.


Sobat Teruna, bacaan kita memperlihatkan jika Salomo memberikan perintah kepada seluruh orang Israel untuk bersama-sama datang kepada TUHAN. Mereka datang meminta petunjuk terkait dengan keberadaan Salomo sebagai Raja Israel. Hal ini dilakukan oleh Salomo sebab menjadi raja bukanlah hal yang mudah. Menjadi raja terkait dengan tanggungjawab dalam memimpin dan mengarahkan orang-orang yang dipimpinnya. Persembahan yang diberikan oleh Salomo bukan merupakan sogokan kepada TUHAN supaya TUHAN memberkatinya. Persembahan itu merupakan bukti jika Salomo sadar akan dirinya yang tetap memerlukan TUHAN supaya bisa menjalankan tanggungjawabnya dengan baik. Salomo meminta hal yang sangat penting kepada TUHAN, yaitu : hikmat dan kebijaksanaan.


Sobat Teruna, dalam kegiatan kita setiap hari selalu ada tanggungjawab yang diberikan kepada kita. Tanggungjawab itu misalkan mengepel lantai, belajar bersama di sekolah, berlaku jujur dan adil saat bermain. Oleh sebab itu berbagai macam tanggungjawab haruslah dikerjakan dengan baik supaya kehadiran kita menjadi berkat bagi sesama. Seperti Salomo, maka memberikan persembahan adalah penting dalam hidup sobat teruna, karena memberi persembahan merupakan wujud dari ucapan syukur. Oleh karena itu, lihatlah, betapa hidup kita telah dan selalu dipenuhi sukacita dan semangat mengerjakan tanggungjawab kita masing-masing dengan benar. DH


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: “TUHAN, ajarkanlah aku selalu merawat semua yang Engkau beri, dan selalu hidup dalam ucapan syukur.


Comments


bottom of page