JANGAN SUAM-SUAM KUKU!



 

Wahyu 3 : 14-18

14 ”Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia:

Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah: 15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! 16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku. 17 Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa, dan karena engkau tidak tahu, bahwa engkau melarat, dan malang, miskin, buta dan telanjang, 18 maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian putih, supaya engkau memakainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, menjalani hidup sebagai seorang Kristen harus dengan sungguh-sungguh. Karena menjadi seorang Kristen bukan sekadar sebuah identitas pribadi dalam kehidupan beragama. Lebih dalam dari itu, bahwa menjadi seorang Kristen berkaitan erat dengan tugas dan tanggungjawab dalam kehidupan beriman sehari-hari.


Firman Tuhan hari ini menceritakan tentang jemaat di Laodikia. Jemaat ini ditegur dengan keras oleh Tuhan. “Jadi karena engkau suam-suam kuku dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku” (ay.16). Teguran ini terjadi karena jemaat di Laodikia terkesan cuek atau masa bodoh dengan tugas dan tanggungjawab sebagai umat Tuhan. Nampaknya hal itu karena mereka telah hidup dalam kenyamanan, sehingga tidak peduli dengan peran sebagai garam dan terang dunia. Itulah sebabnya dikatakan, “Karena engkau berkata: Aku kaya dan aku telah memperkayakan diriku dan aku tidak kekurangan apa-apa…” (ay.17). Tuhan tak berkenan terhadap sikap sombong dan ketidakpedulian mereka. Hal itu sangat tidak mencerminkan kehidupan sebagai umat Tuhan.


Sobat Teruna, Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita beberapa hal. Pertama, hiduplah beriman dengan sungguh-sungguh, jangan suam-suam kuku atau setengah-setengah. Jangan masa bodoh dengan kehidupan beriman kita. Beriman dengan sungguh-sungguh berarti sepenuhnya percaya bahwa seluruh kehidupan kita diserahkan dalam pimpinan Tuhan, tidak mengandalkan diri sendiri saja. Kedua, bertanggungjawablah dalam membangun persekutuan teruna di tengah-tengah kehidupan gereja kita. Jangan masa bodoh, tetapi berilah dirimu menjadi alat Tuhan untuk turut mendukung seluruh pelayanan persekutuan teruna bagi kemuliaan nama-Nya. Ketiga, bermohonlah kepada Tuhan agar Ia menganugerahkan kuasa Roh Kudus yang memampukan untuk bersikap rendah hati dan peduli agar kita tidak ditolak-Nya. (RJMW)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, mohon jadikanlah aku pribadi yang beriman, melakukan tugas serta tanggungjawab dengan sungguh-sungguh sebagai teruna Kristen.