JANJI ALLAH PASTI DIGENAPI


Kejadian 21: 1-7

1 Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankan-Nya, dan Tuhan melakukan kepada Sara seperti yang dijanjikan-Nya. 2 Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya. 3 Abraham menamai anaknya yang baru lahir itu Ishak, yang dilahirkan Sara baginya. 4 Kemudian Abraham menyunat Ishak, anaknya itu, ketika berumur delapan hari, seperti yang diperintahkan Allah kepadanya. 5 Adapun Abraham berumur seratus tahun, ketika Ishak, anaknya, lahir baginya. 6 Berkatalah Sara: ”Allah telah membuat aku tertawa; setiap orang yang mendengarnya akan tertawa karena aku.” 7 Lagi katanya: ”Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, bacaan Alkitab pada hari Selasa lalu menggambarkan bagaimana kegelisahan Abraham karena belum dikaruniai anak yang dilahirkan dari Sara, isterinya. Kegelisahan Abraham ini nampaknya timbul, karena usianya sudah lanjut tetapi janji Allah yang akan memberikan keturunan belum juga terwujud nyata. Dari pembacaan Alkitab beberapa hari ini, kita tahu bahwa Abraham sangat bergumul tentang garis keturunannya.


Bacaan kita hari ini menceritakan tentang jawaban Allah kepada keluarga pilihan-Nya, Abraham dan Sara. Allah menggenapi janji-Nya kepada Abraham mengenai ahli warisnya. Ishak lahir sebagai penggenapan janji Allah. Allah tidak pilih kasih. Anak perjanjian yang ditetapkan Allah di keluarga Abraham dan Sara adalah Ishak. Ishak adalah bukti bahwa firman Allah itu benar adanya. Ishak adalah bukti bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil. Ishak adalah bukti bahwa apa yang sukar bagi manusia ternyata tidak sulit untuk diwujudkan oleh Allah.


Sobat Teruna, penantian Abraham dan isterinya akhirnya tidak sia-sia, bukan? Apa yang menjadi kegelisahan Sobat Teruna saat ini, jangan sampai membuat diri sendiri meragukan kemahakuasaan Allah. Dalam menanti janji firman Allah digenapi, jangan putus asa, meskipun secara logika manusia ada harapan yang sulit untuk diwujudkan. Ingatlah pengalaman iman Bapa Abraham dan Ibu Sara. Jadi, percayalah bahwa semua akan indah pada waktu Allah. Apa saja dalam hidup ini, jika Allah sudah berkehendak, maka pasti terjadi. Bagi Allah tidak ada yang terlalu sulit untuk dilakukan. Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Karena itu, marilah kita senantiasa hidup taat dan bergantung pada Allah, yang Empunya kuasa di bumi dan di surga. (AMM)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, aku percaya semua yang kuharapkan akan terjadi indah pada waktu Tuhan, bukan waktuku.