JANJI TUHAN TERBUKTI


2 Tawarikh 6: 3-11

3 Kemudian berpalinglah raja lalu memberkati seluruh jemaah Israel, sedang segenap jemaah Israel berdiri. 4 Ia berkata: ”Terpujilah Tuhan, Allah orang Israel, yang telah menyelesaikan dengan tangan-Nya apa yang difirmankan-Nya dengan mulut-Nya kepada Daud, ayahku, demikian: 5 Sejak Aku membawa umat-Ku keluar dari tanah Mesir, tidak ada kota yang Kupilih di antara segala suku Israel untuk mendirikan rumah di sana sebagai tempat kediaman nama-Ku, dan tidak ada orang yang Kupilih untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. 6 Tetapi kemudian Aku memilih Yerusalem sebagai tempat kediaman nama-Ku dan memilih Daud untuk berkuasa atas umat-Ku Israel. 7 Ketika Daud, ayahku, bermaksud mendirikan rumah untuk nama Tuhan, Allah Israel, 8 berfirmanlah Tuhan kepadanya: Engkau bermaksud mendirikan rumah untuk nama-Ku, dan maksudmu itu memanglah baik; 9 hanya, bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak, dialah yang akan mendirikan rumah itu untuk nama-Ku. 10 Jadi Tuhan telah menepati janji yang telah diucapkan-Nya; aku telah bangkit menggantikan Daud, ayahku, dan telah duduk di atas takhta kerajaan Israel, seperti yang difirmankan Tuhan; aku telah mendirikan rumah ini untuk nama Tuhan, Allah Israel, 11 dan telah menempatkan di sana tabut, yang memuat perjanjian yang telah diikat Tuhan dengan orang Israel.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, lalai menepati janji mungkin pernah kita lakukan. Buat kita mungkin itu hal yang sepele, tetapi belum tentu bagi orang yang sedang menunggu janji itu. Dengan mudah kita mungkin meminta maaf kepadanya, tetapi mungkin saja orang tersebut menjadi begitu kecewa dalam hatinya. Banyak hal yang membuat kita ataupun seseorang lalai menepati janji, namun TUHAN tidak demikian. TUHAN serius dalam berjanji dan saat menepatinya.


Janji TUHAN kepada Daud yang rindu membangun Bait Suci ditepati. TUHAN berjanji kepada Daud, bahwa bukan dirinya yang akan membangun Bait Suci melainkan Salomo, anaknya. Daud menyampaikan janji TUHAN ini kepada Salomo. Salomo memegang janji TUHAN ini dengan setia. Ia membawa dirinya ke impian pemenuhan janji TUHAN itu. Dengan tekun, ia terus mengupayakan pelaksanaan pembangunan Bait Suci tahap demi tahap bersama orang-orang yang dia ajak bekerja sama untuk mewujudkan impian ayahnya tersebut, dan yang telah menjadi mimpinya juga. Kata Salomo ketika akhirnya Bait Suci selesai dibangun, “TUHAN, yang telah menyelesaikan dengan tangan-Nya apa yang telah difirmankan-Nya…” (ay. 4). Dengan rendah hati Salomo mengakui bahwa mimpi itu terwujud karena TUHAN yang menepati janji-Nya.


Sobat Teruna, mengapa TUHAN membuat janji kepada umat-Nya? Tentu supaya kita memiliki pegangan atau kepastian dalam menghadapi kemelut kehidupan ini. Dengan adanya janji TUHAN, kita tetap mempunyai pengharapan akan beroleh jalan keluar dan pertolongan tepat pada masa-Nya. Harapan dan impian tentang terwujudnya janji TUHAN akan membuat kita melangkah dengan optimis ke masa depan. Di sini dibutuhkan ketekunan dan kesetiaan kita dalam menanti dengan aktif dan rendah hati janji TUHAN. Percayalah, janji TUHAN itu pasti terbukti! (YRLJ)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


TUHAN, manusia bisa lalai menepati janjinya, namun aku percaya bahwa janji-Mu pasti terbukti. Tolong kuatkan imanku dalam menanti dengan tekun dan setia, serta rendah hati.