top of page

KABAR BAIK DARI PADANG


Dewan Pelkat bersama Fungsionaris Majelis Sinode GPIB

Sumber : Dokumentasi DPT


Padang - Sumatera Barat – Pdt. Salmon Leatemia menggali kata “padang” di dalam Alkitab, mulai dari Perjanjian Lama di Kejadian 4:8, lanjut ke Perjanjian Baru (sobat Teruna bisa dong, mencari di ayat mana^^ kata kuncinya N a t a l). Demikian Ibadah Syukur HUT-75 GPIB yang dilaksanakan secara interkonektifitas dari 7 titik, dan dipusatkan di Jemaat Efrata kota Padang. Senang nian bisa menjadi jemaat GPIB di masa kini, kita semua bisa menjadi saksi dan ambil bagian dalam arak-arakan syukur ulangtahun berlian gereja Tuhan.



Dewan Pelkat PT (Kak Novellis) bersama (Kak Alorensina Susana Millu) pelayan PT GPIB Efrata Padang.



Minggu tanggal 28 Oktober sayo tibo di Bandara Minangkabau, hampir bersamaan dengan perwakilan Dewan PA dan Dewan PKP. Kami menuju gedung gereja yang terkenal dengan sebutan gereja Ayam, di kota Padang. Bertemu dengan pelayan PT kak Alorensina dan kak Rugun, yang tampak penuh semangat sebagai jemaat tuan rumah. Gedung gereja ini ada di sampul SBU edisi Oktober-November 2023, merupakan cagar budaya yang dirawat dan dimanfaatkan dengan rancak bana.


Senin pagi, sayo ambil bagian mulai dari acara menanam pohon di Pantai Air Manis, dan dilanjutkan dengan pemberian tempat sampah untuk kebersihan Pantai. Ini adalah tempat Batu Malin Kundang, yang kisahnya memiliki nilai moral untuk menjadi anak yang berbakti kepada orangtua. Jadi ingat kata intergenerasional ya…

Selanjutnya diadakan kunjungan ke Bukittinggi mengunjungi tempat-tempat bersejarah seperti Goa Jepang dan Jam Gadang. Sebagai bagian dari masyarakat, tentu saja kita dihimbau untuk melariskan dagangan dan usaha ekonomi yang ada, mulai dari makanan, tukang foto dan penyewaan motor atv. Ini kesempatan juga bagi peserta yang berasal dari berbagai jemaat GPIB, mulai dari unit misioner sampai para pendeta, untuk menjalin kebersamaan dan mensyukuri ciptaan Tuhan. Sementara itu, bagi yang terlibat dalam Ibadah dilakukan persiapan gladi bersih di gereja. Senin malam kami semua kembali ke penginapan dan beristirahat.


Bersama dengan teruna dan pelayan PT dari salah satu Pos Pelkes di Sumatra Barat

yang hadir menanam pohon di Pantai Air Manis.



Selasa tanggal 31 Oktober adalah hari lahir GPIB. Sejak pagi, bersama kelompok kerja Gereja Ramah Anak – Literasi Digital, dilakukan penjualan merchandise berupa kaos dan pin. Ini sebenarnya sudah dilakukan oleh kakak-kakak PPA dan PPT jemaat Efatha sejak hari pertama rangkaian acara di Padang. Dewan PA, DPT dan DGP melanjutkan penjualan ini di sela-sela rangkaian kegiatan di Padang Convention Center.


Acara dimulai jam 10 WIB dengan Dialog Kebangsaan. Setelah makan siang, acara dilangsungkan di gereja berupa peresmian Taman Digital, yang dihadiri oleh Pemerintah Daerah yaitu Walikota Padang, Bapak Hendri Septa. Ada pohon pengharapan yang berisikan file dokumen digital; berupa harapan warga jemaat GPIB menuju ulangtahun ke-100, yakni dua puluh lima tahun mendatang. Jadi, pada HUT ke-100 GPIB barulah dokumen-dokumen ini dibuka, tepatnya Tahun 2048.


Hujan turun cukup deras, hujan berkat yang tidak mengganggu makna acara dan tidak berlangsung lama. Sore hari adalah waktunya beribadah, dipusatkan di Padang dan dilakukan secara interkonektifitas di 6 titik lain se-Indonesia.


Silih-berganti lagu pujian dipersembahkan dan doa-doa dinaikkan, dengan melibatkan semua kategori warga jemaat dengan berbagai nuansa budaya daerah. Sobat Teruna yang tidak berkesempatan ikut secara online, masih bisa menyaksikan Ibadah ini di youtube GPIB Indonesia. Budaya digital memang bukanlah musuh gereja, melainkan media untuk Gereja mewartakan dan memberitakan pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang besar. Begitu juga, perayaan Syukur HUT berlian #berbinarkasih di malam hari juga ada di link https://www.youtube.com/live/6FoauRPslb8?si=I_ylPky2ZeLY75sv.



Kebersamaan Dewan Pelkat GPIB yang ikut hadir di Padang.


Seluruh rangkaian acara berakhir di Rabu pagi, yaitu pertemuan Unit Misioner yang hadir di Padang. Perbincangan yang akrab sambil sarapan, seputar persiapan Gelar Karya di Istora Senayan – Jakarta, yang dijadwalkan hari Minggu tanggal 19 November 2023. Setelahnya, kami pun berpisah dan kembali ke kota masing-masing dengan penuh semangat tanpa ragu-ragu. Sayo pun pulang ke Jambi, menggunakan kendaraan darat, melewati kelokan-kelokan Sitinjau Laut nan aduhai.


Sampai bertemu lagi, kota Padang, Sumatra Barat. Terima kasih atas kabar baik kabar kebaikan Tuhan Yesus yang dibagikan di sepanjang rangkaian acara HUT berlian Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat. (NPB)


1 Yoh 4:10 dalam bahasa Minangkabau:

Ikolah kasiah: Bukan kito nan lah mangasiahi Allah, tapi Allah nan lah mangasiahi kito, sarato ma utuih Anak-Nyo, supayo malalui Baliau, kito mandapek pangampunan ateh sagalo doso kito.

Comments


bottom of page