top of page

KALAU SULTAN MAH BEBAS, TAPI …



 

Ester 1 : 1-8


1 Pada zaman Ahasyweros – dialah Ahasyweros yang merajai seratus dua puluh tujuh daerah mulai dari India sampai ke Etiopia –, 2 pada zaman itu, ketika raja Ahasyweros bersemayam di atas takhta kerajaannya di dalam benteng Susan, 3 pada tahun yang ketiga dalam pemerintahannya, diadakanlah oleh baginda perjamuan bagi semua pembesar dan pegawainya; tentara Persia dan Media, kaum bangsawan dan pembesar daerah hadir di hadapan baginda. 4 Di samping itu baginda memamerkan kekayaan kemuliaan kerajaannya dan keindahan kebesarannya yang bersemarak, berhari-hari lamanya, sampai seratus delapan puluh hari.

5 Setelah genap hari-hari itu, maka raja mengadakan perjamuan lagi tujuh hari lamanya bagi seluruh rakyatnya yang terdapat di dalam benteng Susan, dari pada orang besar sampai kepada orang kecil, bertempat di pelataran yang ada di taman istana kerajaan. 6 Di situ tirai-mirai dari pada kain lenan, mori halus dan kain ungu tua, yang terikat dengan tali lenan halus dan ungu muda bergantung pada tombol-tombol perak di tiang-tiang marmar putih, sedang katil emas dan perak ditempatkan di atas lantai pualam, marmar putih, gewang dan pelinggam. 7 Minuman dihidangkan dalam piala emas yang beraneka warna, dan anggurnya ialah anggur minuman raja yang berlimpah-limpah, sebagaimana layak bagi raja. 8 Adapun aturan minum ialah: tiada dengan paksa; karena beginilah disyaratkan raja kepada semua bentara dalam, supaya mereka berbuat menurut keinginan tiap-tiap orang.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Menurut id.quora.com kalimat "Kalau Sultan mah bebas" muncul sebagai akibat adanya orang-orang yang dapat membeli barang virtual dengan uang asli. Contoh paling ekstrim adalah pembelian kuda tunggangan di Games Ragnarok Eternal Love senilai Rp 720 juta dan Kostum Karakter sekitar Rp 1,2 milyar. Bagi golongan rakyat kurang mampu, uang sebesar itu tentu sangat berarti dan sayang bila dihamburkan bahkan mungkin tidak dimilikinya. Sebaliknya bagi orang berpunya, games tersebut dengan mudah dapat dibeli. Kesenjangan inilah yang memunculkan istilah "Kalau Sultan mah bebas." Sultan tajir bebas berbuat apa saja dengan uangnya.

Ahasyweros seperti sultan kaya yang bebas membuat pesta perjamuan. Ia yang merajai 127 daerah, membuat perjamuan bagi semua pembesar dan pegawai. Dalam perjamuan yang berlangsung 180 hari kekayaannya dipamerkan. Ahasyweros mengundang juga rakyatnya baik yang besar maupun yang kecil selama tujuh hari dengan sarana dan prasarana yang sama mahalnya. Ia menyediakan anggur mewah sekelas minuman raja dengan piala emas beraneka warna disertai aturan tidak boleh ada paksaan. Keinginan dan kebebasan tiap orang dijamin dalam pesta perjamuan tersebut oleh Ahasyweros. ‘Kalau sultan mah bebas’.


Sobat Teruna, kita tentu ingin bebas, namun sebagai remaja Kristen, ingatlah bahwa kebebasan ada batasannya. Bebas bukan berarti semaunya. Kebebasan yang kita miliki harus memberikan ruang untuk kebebasan dan kebaikan sesama. Teladanilah kebijaksanaan Ahasyweros yang memerhatikan rakyatnya, kecil maupun besar serta melindungi rakyatnya ketika minum anggur tanpa paksaan. Kita diingatkan bahwa meskipun kita bisa menjadi seorang Sultan dan berbuat bebas, tapi kita harus bisa menjaga diri dan membawa damai sejahtera bagi sesama. (ES)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Ya Tuhan, jadikan aku berhikmat dalam menggunakan kebebasan waktu, materi dan kuasaku, supaya orang di sekitarku terberkati.

Comments


bottom of page