KAMULAH AHLI WARIS-NYA!


Kisah Para Rasul 3 : 21-26


21 Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. 22 Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. 23 Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. 24 Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. 25 Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. 26 Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Apa yang akan Sobat Teruna lakukan ketika seseorang mengatakan dengan tegas, “Kamulah ahli warisnya! Kamu yang mendapat ini dan itu” (sambil menunjuk ke arah harta warisan dan setumpuk sertifikat tanah). Mungkin kita akan tersenyum bahagia, tertegun, melompat kegirangan atau menangis terharu. Sebaliknya, bisa juga kita tidak memercayai pernyataan atau berita yang disampaikan tersebut.


Di hadapan orang banyak yang heran akan kesembuhan orang lumpuh, Petrus memberikan kesaksian tentang kuasa Yesus Kristus yang mampu memberikan pemulihan. Kuasa Yesus Kristus juga menyelamatkan orang dari belenggu dosa. Yesus Kristus adalah Anak Allah yang hadir di tengah ciptaan-Nya dalam rupa manusia. Ia memberkati dan memimpin orang ke jalan kebenaran menuju Kerajaan Bapa-Nya yang kekal. Yesus Kristus yang telah ditolak dan dibunuh karena ketidaktahuan mereka adalah Mesias yang diutus Allah untuk menyelamatkan umat-Nya, sesuai janji-Nya melalui perantaraan para nabi. Rasul Petrus menyatakan dengan tegas kepada orang-orang Israel saat itu bahwa merekalah yang mewarisi nubuat para nabi tentang janji keselamatan dan berkat Allah terhadap Abraham maupun keturunannya tersebut. Tentu ada yang percaya dan tidak terhadap kabar baik itu.


Kita juga adalah orang beriman yang memperoleh janji Allah tentang keselamatan di dalam Yesus Kristus. Semua nubuat keselamatan serta firman Allah dalam Alkitab tentang Mesias yang memimpin kepada jalan kebenaran dan kehidupan kekal, maupun berkat-berkat jasmani juga rohani diberikan-Nya untuk siapa pun yang mengimaninya. Kita adalah ahli waris janji-janji Allah. Makin kita mengimani dan mensyukurinya, semakin janji-janji Allah itu terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan ketika kita mati sebagai orang percaya yang taat dan dibangkitkan Allah, warisan sorgawi masih dianugerahkan-Nya. (YRLJ)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Aku bersyukur atas janji-Mu dan berkat-Mu, Bapa dalam kehidupanku. Tolong aku untuk semakin menyadarinya, mensyukurinya dan tetap mengimaninya.