top of page

KEBANGKITAN YESUS DIBENCI DUNIA



 

Yohanes 16:1-4a


1 ”Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku.

2 Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. 3 Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. 4a Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu.”

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 

Virus datang tanpa diketahui. Apabila kita sebagai targetnya sedang lemah, maka celakalah. Apa yang kita lakukan supaya kuat? Kita harus waspada, mendapatkan vaksinasi, mengonsumsi vitamin, beristirahat yang cukup serta berolahraga. Apakah virusnya hilang? Tidak, virus tetap ada, namun kita sudah memiliki pertahanan.


Yesus tidak berasal dari dunia. Karena itu dunia membenci Yesus. Dunia juga membenci para murid Yesus. Yesus mengatakan kepada para murid untuk tidak kecewa dan menolak-Nya karena mereka akan dikucilkan oleh dunia. Bahkan ada masanya setiap orang yang membunuh para murid Yesus dianggap telah berbakti bagi Allah. Semua ini dilakukan para pembenci karena mereka tidak mengenal Allah. Bisa dibayangkan betapa dahsyatnya dosa karena tidak mengenal Allah. Yesus mempersiapkan para murid. Maksudnya agar para murid tahu, bahwa mengikut Yesus bukan berarti selalu hidup di dalam kemudahan dan kelimpahan.


Sobat Teruna, rajin membaca Firman Allah, berdoa dan mengasihi sesama, bukan berarti menjauhkan kita dari penderitaan dan bahaya. Seringkali kita merasa sudah melayani Allah dengan sungguh, mengikuti Kelompok Baca Alkitab (KBA), menolong teman, tetapi kenapa malah sakit, bangkrut, terpapar Covid-19. Banyak yang akhirnya kecewa dan mengutuki Allah. Bahkan banyak orang yang mengakunya percaya kepada Allah, tetapi justru menghakimi dan menolak kehadiran kita sebagai murid-murid Yesus.


Jadi, sebagaimana vaksin membuat tubuh bisa bertahan dari virus, maka kita pun harus memiliki pertahanan yang kuat dalam menghadapi segala penderitaan. Mengenal Allah dan janji-janji-Nya adalah ‘vaksin’ mutlak untuk bertahan. Asalkan terus melekat dan bergantung kepada-Nya, Yesus tidak pernah meninggalkan kita, ketika dibenci maupun dalam penderitaan. Syukurlah, kebangkitan Yesus pun menghadirkan Roh Penghibur untuk kita. (LLS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Ya Roh Kudus, terima kasih untuk menjadi Penghiburku dan memberiku kekuatan, ketika aku di dalam penderitaan.

Kommentare


bottom of page