top of page

KEBANGKITAN YESUS MENUNTUT BUAH



 

Yohanes 15:9-17


9 ”Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. 10 Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. 11 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. 12 Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. 13 Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. 14 Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. 15 Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. 16 Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. 17 Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 

Sobat Teruna, bagaimana caranya agar sebuah pohon bisa cepat menghasilkan buah? Pertama; ranting yang sudah tidak produktif dipangkas. Kedua; diberi nutrisi. Ketiga; disiram. Keempat; disayat agar proses distribusi hasil fotosintesis dari daun menuju akar akan melambat sehingga karbohidrat akan menumpuk di bagian cabang dan daun. Kelima; mengusir hama.


Sobat Teruna, kita adalah sahabat Yesus. Kita yang berdosa dan tidak layak menerima pengampunan telah ditebus dengan darah-Nya di kayu salib. Kita yang adalah hamba dijadikan-Nya sahabat. Yesus mengasihi kita. Ia ingin kita tinggal di dalam-Nya. Apakah sampai di situ saja? Tidak. Yesus memilih kita untuk pergi dan menghasilkan ‘buah’ (karya). Karena itu, marilah kita melakukan karya-karya yang bermanfaat. Hidup kita harus bermakna. Apakah yang sudah kita lakukan sebagai pelajar selain belajar dengan sungguh-sungguh? Dimanakah kita ketika teman berjalan menuju kegelapan, terperosok dalam jurang-jurang narkoba, seks bebas, pornografi dan mengalami perundungan? Mari, kasihilah seorang akan yang lain karena begitulah perintah Yesus (ay.17).


Sebagaimana proses pohon menghasilkan buah, begitulah juga yang kita alami. Apabila tidak produktif, maka kita dibuang dan dijadikan kayu api. Kita harus melekat kepada Yesus sebagai Pokok Anggur itu agar mendapatkan nutrisi yang cukup. Kemudian, kita harus bergaul dengan teman seiman yang membangun dan akan ‘menyirami’ diri ini dengan nilai-nilai kekekalan. Setelah itu, kita akan dibentuk melalui segala pergumulan-pergumulan dan ‘sayatan-sayatan’ yang membuat kita menangis serta bergantung penuh kepada Tuhan. Yakinlah, Yesus tidak pernah meninggalkan mereka yang berseru meminta tolong kepada-Nya. Yesus akan melindungi, menyertai dan mengusir segala hama yang ingin memangsa kehidupan para sahabat-Nya. (LLS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus mohon ampunilah aku, karena begitu sibuk dengan diriku sendiri dan kurang peduli terhadap sesamaku. Ini aku. Pakailah aku untuk melakukan kehendak-Mu, menghasilkan ‘buah’ atau karya yang tepat.

Comments


bottom of page