KEMBALI KEPADA TUHAN



1 Raja-Raja 18 : 20-29

20 Ahab mengirim orang ke seluruh Israel dan mengumpulkan nabi-nabi itu ke gunung Karmel. 21 Lalu Elia mendekati seluruh rakyat itu dan berkata: ”Berapa lama lagi kamu berlaku timpang dan bercabang hati? Kalau Tuhan itu Allah, ikutilah Dia, dan kalau Baal, ikutilah dia.” Tetapi rakyat itu tidak menjawabnya sepatah kata pun. 22 Lalu Elia berkata kepada rakyat itu: ”Hanya aku seorang diri yang tinggal sebagai nabi Tuhan, padahal nabi-nabi Baal itu ada empat ratus lima puluh orang banyaknya. 23 Namun, baiklah diberikan kepada kami dua ekor lembu jantan; biarlah mereka memilih seekor lembu, memotong-motongnya, menaruhnya ke atas kayu api, tetapi mereka tidak boleh menaruh api. Aku pun akan mengolah lembu yang seekor lagi, meletakkannya ke atas kayu api dan juga tidak akan menaruh api. 24 Kemudian biarlah kamu memanggil nama allahmu dan aku pun akan memanggil nama Tuhan. Maka allah yang menjawab dengan api, dialah Allah!” Seluruh rakyat menyahut, katanya: ”Baiklah demikian!”

25 Kemudian Elia berkata kepada nabi-nabi Baal itu: ”Pilihlah seekor lembu dan olahlah itu dahulu, karena kamu ini banyak. Sesudah itu panggillah nama allahmu, tetapi kamu tidak boleh menaruh api.” 26 Mereka mengambil lembu yang diberikan kepada mereka, mengolahnya dan memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, katanya: ”Ya Baal, jawablah kami!” Tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab. Sementara itu mereka berjingkat-jingkat di sekeliling mezbah yang dibuat mereka itu. 27 Pada waktu tengah hari Elia mulai mengejek mereka, katanya: ”Panggillah lebih keras, bukankah dia allah? Mungkin ia merenung, mungkin ada urusannya, mungkin ia bepergian; barangkali ia tidur, dan belum terjaga.” 28 Maka mereka memanggil lebih keras serta menoreh-noreh dirinya dengan pedang dan tombak, seperti kebiasaan mereka, sehingga darah bercucuran dari tubuh mereka. 29 Sesudah lewat tengah hari, mereka kerasukan sampai waktu mempersembahkan korban petang, tetapi tidak ada suara, tidak ada yang menjawab, tidak ada tanda perhatian.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


Kisah di Karmel adalah sebuah “pertandingan” Elia berhadapan dengan 450 nabi Baal. Secara kasat mata ini tidak seimbang. Elia pasti kalah. Ia seorang diri melawan ratusan nabi. Eitts, tapi tunggu dulu, “pertandingan” ini bukan soal dirinya sendiri, tetapi tentang Tuhan yang berkarya. Hal ini perlu untuk membuktikan siapa yang benar-benar Tuhan. Tuhan atau Baal. Supaya Israel dapat menentukan pilihan kepada siapa mereka menyembah. Sekian lamanya mereka menyakiti hati Tuhan, bahkan kemarau yang panjang tidak menjadi pelajaran.


Elia dan nabi-nabi Baal melakukan hal yang sama. Masing-masing mengambil seekor lembu, memotong dan menaruhnya di atas kayu tanpa menaruh api. Siapa yang menjadi pemenang ditentukan Tuhan, yang mampu mendatangkan api dari langit. Lalu mulailah mereka memanggil nama Baal dari pagi sampai tengah hari, tetapi tidak ada jawaban. Mereka pun melompat-lompat mengelilingi mezbah. Sama juga, Baal diam. Mereka memanggil lebih keras sampai melukai tubuhnya dengan pedang dan tombak hingga darah bercucuran. Ini bertujuan supaya mendapat pengasihan. Sampai batas waktu yang ditentukan tetap tidak ada perhatian Baal. Padahal ini adalah wilayah kekuatannya. Kini giliran Elia, setelah mempersiapkan segala sesuatunya, dia berseru kepada Tuhan. Tiba-tiba turunlah api menyambar habis lembu itu. Ketika Israel menyaksikannya, sujudlah mereka dan berkata “Dialah Tuhan.”

Sobat Teruna, kita bisa saja menemukan teman yang berbuat salah, malas beribadah dan terpengaruh lingkungan yang buruk. Walaupun demikian, janganlah mendiamkan dan membiarkan mereka. Kita mempunyai tanggung jawab untuk membawa mereka kembali rajin dan setia kepada Tuhan. Kalau kita mempunyai niat maka Tuhan akan menolongnya. Itulah inti perjuangan Elia yang perlu tercermin juga dalam hidup kita. (HP)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Tuhan, mohon mampukanlah aku menjadi berkat dalam hidup ini,

mengajak mereka yang ‘menjauh’ dari-Mu untuk dapat kembali dekat kepada-Mu.