KENALI KASIH YANG TULUS


1 Yohanse 3: 11-14


11 Sebab inilah berita yang telah kamu dengar dari mulanya, yaitu bahwa kita harus saling mengasihi; 12 bukan seperti Kain, yang berasal dari si jahat dan yang membunuh adiknya. Dan apakah sebabnya ia membunuhnya? Sebab segala perbuatannya jahat dan perbuatan adiknya benar. 13 Janganlah kamu heran, saudara-saudara, apabila dunia membenci kamu. 14 Kita tahu, bahwa kita sudah berpindah dari dalam maut ke dalam hidup, yaitu karena kita mengasihi saudara kita. Barangsiapa tidak mengasihi, ia tetap di dalam maut.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sebuah ungkapan menyatakan, pohon dikenal dari buahnya dan manusia dikenal dari tingkah lakunya. Di zaman sekarang, banyak orang menjadi kecewa pada agama. Bahkan ada yang menjadi ateis lantaran melihat kemunafikan merajalela. Banyak orang beragama melakukan kejahatan. Sedihnya lagi, ada kejahatan atas nama dan dimotivasi oleh ajaran agama. Bagaimana dengan kita? Apakah melalui perkataan dan perbuatan sehari-hari, orang lain mengenal kita sebagai anak-anak Allah yang tulus mengasihi?


Firman Allah dalam I Yohanes 3:11-14 mau mengajar kita bahwa bukti dari orang-orang Kristen yang telah dibenarkan adalah mereka berbuat kasih sesuai teladan Kristus kepada sesama. Kebenaran Firman bukan menjadi sekadar teori kebaikan buat mereka. Orang lain akan percaya kepada kebenaran Firman bahwa Allah adalah kasih, ketika itu terbukti melalui perbuatan mereka yang mengasihi secara nyata dan tulus. Kasih yang sejati adalah yang diteladankan dan bersumber dari Yesus Kristus.


Sobat Teruna, mari kita saling mengasihi sebagaimana firman Allah hari ini. Namun, jangan terkecoh oleh perbuatan-perbuatan baik yang katanya bersumber dan didorong oleh ajaran agama, tetapi tidak menunjukkan kasih yang sejati. Ajaran iman Kristen ibarat ‘mikroskop rohani’ yang membantu kita untuk melihat motivasi yang tidak kelihatan di balik perbuatan-perbuatan baik itu. Apakah perbuatan baik itu dilakukan dalam kebenaran dan ketulusan? Melakukan perbuatan baik demi mendapatkan sesuatu bukanlah kasih yang tulus, melainkan pamrih, mengharapkan balas budi atau jasa. Melakukan perbuatan baik atas dasar ketulusan dan kebenaran sebagai rasa syukur adalah kasih yang benar. Itulah kasih yang sejati yang diteladankan Yesus Kristus. Kasih Kristus harus diterapkan sebagai tanda bahwa kita adalah anak-anak Allah. (JYK)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon berilah aku kekuatan dan kemampuan untuk memberlakukan kasih-Mu dalam ketulusan dan kebenaran di tengah-tengah dunia ini.