"KESERAKAHAN VERSUS KEMURAHAN HATI"



 

Amos 8 : 4-8


4 Dengarlah ini, kamu yang menginjak-injak orang miskin, dan yang membinasakan orang sengsara di negeri ini 5 dan berpikir: "Bilakah bulan baru berlalu, supaya kita boleh menjual gandum dan bilakah hari Sabat berlalu, supaya kita boleh menawarkan terigu dengan mengecilkan efa, membesarkan syikal, berbuat curang dengan neraca palsu, 6 supaya kita membeli orang lemah karena uang dan orang yang miskin karena sepasang kasut; dan menjual terigu rosokan?" 7 TUHAN telah bersumpah demi kebanggaan Yakub: "Bahwasanya Aku tidak akan melupakan untuk seterusnya segala perbuatan mereka! 8 Tidakkah akan gemetar bumi karena hal itu, sehingga setiap penduduknya berkabung? Tidakkah itu seluruhnya akan naik seperti sungai Nil, diombang-ambingkan dan surut seperti sungai Mesir?"


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, semua pemberian Tuhan itu memiliki maksud dan tujuan yang baik, contohnya kekayaan dan kepintaran, namun tidak semua orang dapat menggunakan pemberian Tuhan ini dengan baik. Oleh sebab itu, kita perlu mengingat kalau keluarga kita termasuk keluarga mampu, janganlah kita meremehkan sesama yang ekonominya kurang mampu. Atau kalau kita termasuk murid yang pandai secara akademik, jangan kita memandang rendah teman-teman yang lain.


Sobat Teruna, Firman Tuhan hari ini mengungkapkan keserakahan dan kejahatan yang dilakukan umat di Israel. Ada yang karena memiliki jabatan, harta dan kekuasaan lalu berlaku sesuka hati kepada sesama demi kebahagiaan diri. Umat tidak menyadari bahwa kelebihan yang mereka miliki adalah pemberian Tuhan. Mereka malah memandang orang lain rendah dan memperlakukan sesama dengan semena-mena. Akibat perbuatan mereka, Tuhan tidak akan melupakannya. Murka Tuhan akan turun atas mereka, seperti sungai Nil yang meluap dapat menyebabkan banjir ke wilayah sekitar dan surut seperti sungai Mesir yang jika surut datarannya nampak (ayat 7-8).


Sobat Teruna,melalui Nabi Amos mengajak kita untuk menekankan kasih kepada sesama dan terus belajar untuk memanusiakan manusia, itulah kebahagiaan yang sejati.Ketika Tuhan memberkati kita dengan keluarga yang ekonominya menengah ke atas atau Tuhan memberkati kita dengan kemampuan akademik yang baik, mari kita gunakan dengan bijaksana untuk menolong sesama yang membutuhkan. Percayalah, kita akan jauh lebih berbahagia ketika mampu menghadirkan senyum diwajah sesama kita dan keserakahan hanya membuat kita tidak pernah merasa cukup dengan apa yang kita terima. Tanamkan terus kemurahan hati yang bersumber dari kasih Tuhan untuk kita. Tuhan hadirkan kita untuk menjadi berkat. (FAEL)

 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Doa: Ya Tuhan, mampukan aku menjadi berkat bagi sesama.