KESETIAAN BERBUAHKAN KEMAKMURAN


 

Amsal 27 : 23-27


23 Kenallah baik-baik keadaan kambing dombamu, perhatikanlah kawanan hewanmu. 24 Karena harta benda tidaklah abadi. Apakah mahkota tetap turun-temurun? 25 Kalau rumput menghilang dan tunas muda nampak, dan rumput gunung dikumpulkan, 26 maka engkau mempunyai domba-domba muda untuk pakaianmu dan kambing-kambing jantan untuk pembeli ladang, 27 pula cukup susu kambing untuk makananmu dan makanan keluargamu, dan untuk penghidupan pelayan-pelayanmu perempuan.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 


Kerakusan adalah perilaku menikmati kesenangan dan mengonsumsi secara berlebihan atas makanan, minuman, harta benda sampai pada titik pemborosan atau keroyalan. Dalam Kekristenan, hal ini dianggap sebagai dosa, jika keinginan yang berlebihan atas makanan atau minuman tersebut menyebabkan mereka yang membutuhkan menjadi tidak mendapatkannya. (Wikipedia)


Sobat Teruna, segala sesuatu tidak ada yang abadi. Semua bisa lenyap, apabila tidak dipelihara dengan baik dan cermat. Mari belajar memilah antara keinginan dan kebutuhan. Belajarlah menahan diri untuk tidak menjadi orang-orang yang rakus. Belajarlah menabung. Dengan menabung kita tidak membeli sesuatu berdasarkan keinginan, dan bisa mempersiapkan bekal di kemudian hari apabila ada kebutuhan yang mendesak.


Sobat Teruna, hari ini kita memeringati Hari Lingkungan Hidup. Bacaan hari ini juga mengingatkan kita untuk memelihara rumput (alam), supaya ada makanan bagi kambing domba. Kita ditempatkan Tuhan di bumi untuk mengelolanya dengan baik bukan merusaknya, karena kerakusan diri. Sebagai teruna kita harus aktif mengampanyekan earth hour; mematikan lampu selama beberapa jam yang bertujuan untuk menghemat energi. Selain itu, apakah kita boros dalam pemakaian kertas dan tisu? Karena untuk 500 lembar kertas diperlukan satu batang pohon berusia lima tahun. Bayangkan kalau kita tidak cermat dalam pemakaian kertas, akan berapa banyak pohon harus ditebang?


Sobat Teruna, apabila sedari sekarang kita mulai menabung, dan belajar mengendalikan diri, tidak rakus memenuhi semua keinginan, maka akan menikmati hasilnya kelak. Begitu pun kalau Sobat Teruna menjaga bumi ini dengan baik, mengelola pemakaian kertas dan listrik secara hemat, maka bukan hanya kita melainkan juga anak dan cucu yang akan menikmatinya kelak. Hal ini pasti menyukakan Tuhan. (LLS)








 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, mohon ampunilah aku yang selama ini hidup di dalam kerakusan. Tolong aku untuk mulai menghargai setiap pemberian-Mu dengan menjaganya secara baik dan cermat.