KESETIAAN BERBUAHKAN PEMELIHARAAN


Mazmur 50 : 7-15


7 ”Dengarlah, hai umat-Ku, Aku hendak berfirman,

hai Israel, Aku hendak bersaksi terhadap kamu:

Akulah Allah, Allahmu!

8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau;

bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?

9 Tidak usah Aku mengambil lembu dari rumahmu

atau kambing jantan dari kandangmu,

10 sebab punya-Kulah segala binatang hutan,

dan beribu-ribu hewan di gunung.

11 Aku kenal segala burung di udara,

dan apa yang bergerak di padang adalah dalam kuasa-Ku.

12 Jika Aku lapar, tidak usah Kukatakan kepadamu,

sebab punya-Kulah dunia dan segala isinya.

13 Daging lembu jantankah Aku makan,

atau darah kambing jantankah Aku minum?

14 Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah

dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!

15 Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan,

Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku.”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Gunung Kawi terletak di daerah Wonosari, Kabupaten Malang. Konon kabarnya tempat itu sangat ramai dikunjungi orang. Banyak orang ke sana bukan karena ingin melihat pemandangan saja, melainkan juga untuk meminta pesugihan. Maksudnya agar bisa cepat kaya dan segala usahanya berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Mereka berdoa kepada roh-roh nenek moyang. Mereka biasanya datang dengan membawa persembahan atau sesajian. Bisa berupa bunga, makanan bahkan ada yang sampai membawa ratusan ekor sapi.


Sobat Teruna, firman yang dibaca hari ini mengajarkan kita harus memberikan persembahan syukur dan berseru di dalam kesesakan hanya kepada Allah, bukan pada yang lain apalagi roh-roh nenek moyang. Seluruh dunia dan segala isinya adalah milik Allah. Allahlah yang menciptakan semuanya. Semua ada di dalam kedaulatan-Nya. Semua tunduk kepada-Nya. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita memberikan persembahan syukur hanya kepada Allah. Dalam kesesakan pun kita berseru hanya kepada Sang Pencipta. Perlu diingat bahwa kita memberikan persembahan bukan karena Allah berkekurangan. Sebagai umat-Nya, kita mendisiplinkan diri melakukan hal tersebut untuk mengungkapkan syukur atas keselamatan yang telah diberi Allah.


Sobat Teruna, wujud persembahan syukur tidak hanya berupa materi, tetapi juga potensi dan talenta kita. Kita memberikan talenta kita untuk melayani di gereja dan menolong mereka yang membutuhkan. Lakukanlah itu bukan untuk mendapatkan pujian, tetapi sebagai ungkapan syukur kita atas segala kebaikan Allah dan bertujuan memuliakan nama-Nya.

Mari Sobat Teruna, kita setia dalam memberikan persembahan syukur kepada Allah. Jangan berpaling kepada yang lain kecuali Allah dalam meminta pertolongan, maka Dia akan meluputkan kita dari kutuk. Ya, Dia akan memelihara kita, anak-anak-Nya yang setia! (LLS)








Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, aku bersyukur atas keselamatan yang Engaku berikan. Ajar aku untuk mempersembahkan seluruh hidupku untuk memuliakan nama-Mu.