top of page

KETELADANAN YANG GAGAL



 

Maleakhi 2 : 1-9


1 Maka sekarang, kepada kamulah tertuju perintah ini, hai para imam! 2 Jika kamu tidak mendengarkan, dan jika kamu tidak memberi perhatian untuk menghormati nama-Ku, firman Tuhan semesta alam, maka Aku akan mengirimkan kutuk ke antaramu dan akan membuat berkat-berkatmu menjadi kutuk, dan Aku telah membuatnya menjadi kutuk, sebab kamu ini tidak memperhatikan. 3 Sesungguhnya, Aku akan mematahkan lenganmu dan akan melemparkan kotoran ke mukamu, yakni kotoran korban dari hari-hari rayamu, dan orang akan menyeret kamu ke kotoran itu. 4 Maka kamu akan sadar, bahwa Kukirimkan perintah ini kepadamu, supaya perjanjian-Ku dengan Lewi tetap dipegang, firman Tuhan semesta alam. 5 Perjanjian-Ku dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan itu Kuberikan kepadanya – pada pihak lain ketakutan – dan ia takut kepada-Ku dan gentar terhadap nama-Ku. 6 Pengajaran yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada kesalahan. 7 Sebab bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan Tuhan semesta alam. 8 Tetapi kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan Lewi, firman Tuhan semesta alam. 9 Maka Aku pun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi memandang bulu dalam pengajaranmu.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Seorang tokoh masyarakat atau pemuka agama tentunya sangat dihormati oleh banyak orang. Saking dihormatinya maka nasihat dan petuah yang disampaikannya bak firman Tuhan. Namun ketika lalai membuat kesalahan, apalagi jika itu tergolong perbuatan amoral maka runtuhlah kepercayaan masyarakat terhadap dirinya. Imam dalam masyarakat Yahudi adalah jabatan yang sakral. Dia menjadi penyambung komunikasi umat dengan Allah dalam doa-doa khusus yang dinaikkannya. Sudah pasti seorang imam harus menjaga dirinya tetap suci tidak bercela.


Dalam pembacaan kita hari ini digambarkan kondisi imam yang gagal memberikan teladan kepada umat. Akibatnya umat gagal menunjukkan rasa hormat kepada Allah. Wujud korban persembahan yang disampaikan bukanlah yang terbaik, melainkan korban cacat yang mendatangkan kemurkaan bagi Allah. Allah menyoroti secara khusus peran para imam ini (ayat 1). Konsekuensi dari Allah yang akan mereka terima jika tidak memberi perhatian untuk menghormati-Nya antara lain, Allah akan : merubah berkat menjadi kutuk (ayat 2), mematahkan lengan dan melempar kotoran ke muka mereka (ayat 3). Tujuan nya adalah supaya perjanjianNya dengan Lewi (suku yang dikhususkan memegang jabatan imam) tetap dipegang, dan mereka kembali menjalankan perannya sebagai teladan umat dengan baik (ayat 4-7).


Sobat teruna, Tuhan sangat serius melihat kesungguhan kita dalam menghaturkan persembahan syukur kepadaNya. Begitu seriusnya sehingga hal ini dimonitor ketat oleh para Imam. Marilah kita menjadi imam yang memberikan teladan bagi orang lain. Sisihkan persembahan secara khusus dan berikan dengan hati tulus di setiap pertemuan ibadah kita. Sehingga Tuhan yang adalah sumber segala berkat berkenan atasNya, dan melimpahkan kembali berkat sukacita di waktu-waktu kehidupan kita ke depan. (VS)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:

Tuhan Yesus, jadikan aku teladan dalam bersyukur dalam kehidupan masa mudaku.


bottom of page