KETIDAKSETIAAN MENDATANGKAN HUKUMAN


Hosea 2 : 1-8


1 ”Adukanlah ibumu, adukanlah,

sebab dia bukan isteri-Ku,

dan Aku ini bukan suaminya;

biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya,

dan zinahnya dari antara buah dadanya,

2 supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang,

dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan,

membuat dia seperti padang gurun,

dan membuat dia seperti tanah kering,

lalu membiarkan dia mati kehausan.

3 Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka,

sebab mereka adalah anak-anak sundal.

4 Sebab ibu mereka telah menjadi sundal;

dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh.

Sebab dia berkata: Aku mau mengikuti para kekasihku,

yang memberi roti dan air minumku,

bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.

5 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri,

dan mendirikan pagar tembok mengurung dia,

sehingga dia tidak dapat menemui jalannya.

6 Dia akan mengejar para kekasihnya,

tetapi tidak akan mencapai mereka;

dia akan mencari mereka,

tetapi tidak bertemu dengan mereka.

Maka dia akan berkata: Aku akan pulang

kembali kepada suamiku yang pertama,

sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.

7 Tetapi dia tidak insaf

bahwa Akulah yang memberi kepadanya

gandum, anggur dan minyak,

dan yang memperbanyak bagi dia perak

dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal.

8 Sebab itu Aku akan mengambil kembali

gandum-Ku pada masanya

dan anggur-Ku pada musimnya,

dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku

yang harus menutupi auratnya.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, adalah hal yang wajar bila timbul kemarahan akibat dikhianati oleh orang yang dipercayai atau disayangi. Tindakan pengkhianatan selalu menimbulkan luka bagi orang yang mengalaminya. Ketika pengkhianatan terjadi, kesetiaan menjadi sirna. Pengkhianatan merupakan kebohongan untuk saling setia dalam sebuah ikatan, baik itu perkawinan, pertemanan, persaudaraan atau yang lainnya.


Allah pun murka terhadap bangsa Israel yang tidak lagi setia kepada-Nya. Ketidaksetiaan bangsa Israel digambarkan sebagai seorang ibu, yakni Gomer, istri Hosea yang telah menjadi perempuan sundal. Istri yang mencari kekasih-kekasih yang lain dan yang mengakui bahwa makanan, minuman, pakaiannya dan semua kebutuhannya adalah pemberian kekasih-kekasihnya. Padahal Allah yang memberikan semua itu, tetapi disangkalnya. Dengan sadar perempuan itu mencari dan mengikuti kekasihnya. Agar perempuan itu tidak lagi berhubungan dengan kekasih-kekasihnya, jalannya akan disekat dengan duri-duri dan didirikan pagar tembok yang mengurunginya. Perempuan itu tidak bisa lagi menjumpai kekasihnya. Sekalipun ia kembali kepada suaminya, tetapi perempuan itu belum insaf. Atas ketidaksetiaan bangsa Israel itu, Allah akan memberikan hukuman yang berat. Allah akan mengambil kembali pemberian- pemberian-Nya. Tidak ada lagi panen gandum dan anggur, termasuk kebutuhan hidup lainnya.


Sobat Teruna, setiap tindakan yang kita lakukan ada konsekuensinya. Bila kita berbuat jahat dan tidak benar, maka akan mendapat hukumannya. Belajar dari kehidupan bangsa Israel yang tidak setia, marilah kita selalu menjaga kesetiaan kepada Allah. Mari kita nyatakan dalam kehidupan setiap hari, di manapun berada dan dengan siapa pun bergaul. Marilah kita selalu menyadari kesalahan diri dan meminta ampun pada Allah. Dengan demikian, kita tidak mendapatkan hukuman, melainkan kasih dan berkat Allah yang melimpah. (EPSPM)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan, tolonglah jaga hati juga hidupku agar selalu taat dan setia kepada-Mu serta memuliakan nama-Mu.