top of page

KITA DIBELA TUHAN!



 

Roma 8 : 31-36

31 Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? 32 Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? 33 Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? 34 Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita? 35 Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? 36 Seperti ada tertulis: ”Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Martin Luther adalah salah satu tokoh penting perintis terbentuknya Gereja Protestan. Ia pernah memiliki pengalaman ketakutan yang luar biasa pada kematian dan penghakiman. Ia memahami Tuhan Yang Mahaadil. Dalam pengertian, Tuhan akan membalas dosa manusia dengan penghukuman. Agar tidak dihukum Tuhan, Luther berusaha melakukan berbagai perbuatan baik dan rohani seperti berpuasa, berdoa tujuh kali sehari, mengaku dosa di gereja selama berjam-jam. Meskipun demikian, ia tetap merasa selalu berdosa dan resah.



Johann von Staupitz menasihati agar Luther memusatkan perhatian bukan kepada dosa-dosanya melainkan pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib untuk menebus dosa manusia. Luther pun menggali Alkitab lebih jauh dan menemukan keyakinan bahwa manusia berdosa dibenarkan oleh kasih karunia melalui iman kepada Yesus Kristus. Sekalipun begitu banyak dosa yang telah dilakukan oleh manusia, namun jikalau dengan kesungguhan hati ia memohon pengampunan kepada Tuhan Yesus dan percaya pada anugerah keselamatan-Nya, maka dia akan memperolehnya.


Paulus menguraikan perbuatan Tuhan Yesus untuk menyelamatkan seluruh ciptaan. Bapa telah menunjukkan kasih-Nya dengan merelakan anak-Nya, Yesus Kristus untuk berkorban dan mati demi menebus dosa manusia. Tuhan Yesus sendiri yang memilih, membenarkan, dan menjadi pembela kita. Paulus menegaskan bahwa tidak ada kuasa apa pun yang dapat menghambat kasih Bapa bagi kita. Kita dijamin oleh Tuhan Yesus.


Mungkin Sobat Teruna pernah melakukan kesalahan (dosa). Hal itu seolah terus menghantui. Jika Sobat Teruna menyadari dosa-dosa yang dilakukan, maka akuilah itu di hadapan Tuhan Yesus dan mohon pengampunan-Nya. Setelah itu tak perlu meragukan apakah Tuhan Yesus mau mengampuni atau tidak. Percayalah pada kasih-Nya. Ia ada di pihak kita. Ia pasti membela kita! (BRH)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon tenangkanlah hatiku dari segala rasa bersalah. Aku percaya bahwa Engkaulah Pembelaku yang mengasihiku.








Comments


bottom of page