KOMPLOTAN



 

Kisah Para Rasul 23 : 12-15

12 Dan setelah hari siang orang-orang Yahudi mengadakan komplotan dan bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa mereka tidak akan makan atau minum, sebelum mereka membunuh Paulus. 13 Jumlah mereka yang mengadakan komplotan itu lebih dari pada empat puluh orang. 14 Mereka pergi kepada imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi dan berkata: ”Kami telah bersumpah dengan mengutuk diri, bahwa kami tidak akan makan atau minum, sebelum kami membunuh Paulus. 15 Karena itu hendaklah kamu bersama-sama dengan Mahkamah Agama menganjurkan kepada kepala pasukan, supaya ia menghadapkan Paulus lagi kepada kamu, seolah-olah kamu hendak memeriksa perkaranya lebih teliti, dan sementara itu kami sudah siap sedia untuk membunuh dia sebelum ia sampai kepada kamu.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, apa itu komplotan? Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memberikan beberapa definisi mengenai kata komplotan. Definisi pertama dari komplotan adalah persekutuan secara rahasia yang bermaksud melakukan kejahatan atau gerombolan penjahat. Definisi kedua adalah hubungan pertemanan dalam melakukan kejahatan atau semacam kaki tangan dari suatu tindak kriminal. Istilah komplotan juga sering kita temui di acara-acara televisi yang menayangkan kegiatan kriminal. Dalam definisi pertama, kita mendapatkan penjelasan bahwa komplotan juga merupakan suatu persekutuan. Namun demikian, persekutuan komplotan itu bukan seperti yang diajarkan oleh Tuhan Yesus.


Sobat Teruna, bacaan Alkitab hari ini menceritakan tentang orang-orang Yahudi yang sedang berkomplot. Mereka bersekutu dan membuat rencana jahat terhadap Paulus. Mereka melihat Paulus sebagai seorang yang menghina agama Yahudi dengan menyebarkan ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran agama Yahudi. Mereka bersekutu dan membuat sumpah untuk berpuasa sampai bisa membunuh Paulus. Dalam situasi ini, mereka tidak sadar bahwa mereka sendiri sudah melanggar hukum Taurat yang mereka junjung tinggi. Mereka juga bekerja sama dengan imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi untuk membawa kembali Paulus ke Mahkamah Agama. Rencana mereka adalah membunuh Paulus sebelum tiba di Mahkamah Agama.

Sobat Teruna, ada pelajaran yang dapat kita petik di sini. Persekutuan tidak melulu sesuatu yang terarah kepada kebaikan dan kebenaran. Ada juga persekutuan yang terarah pada kejahatan dan keburukan. Sebagai teruna Kristen, kita harus bijak dalam menilai suatu persekutuan, entah itu dalam pergaulan sehari-hari maupun di lingkungan sekolah. Mari memohon bimbingan Roh Kudus untuk menuntun kita kepada persekutuan yang benar. Persekutuan yang benar akan membuat kita lebih baik dan manusiawi. (BAI)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, tolong jaga aku dari persekutuan-persekutuan yang tidak baik. Tolong ajari aku juga untuk membedakan yang benar dan yang salah.