KONFLIK ITU BIASA, TAPI …



 

Kejadian 37 : 23-30

23 Baru saja Yusuf sampai kepada saudara-saudaranya, merekapun menanggalkan jubah Yusuf, jubah maha indah yang dipakainya itu. 24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair. 25 Kemudian duduklah mereka untuk makan. Ketika mereka mengangkat muka, kelihatanlah kepada mereka suatu kafilah orang Ismael datang dari Gilead dengan untanya yang membawa damar, balsam dan damar ladan, dalam perjalanannya mengangkut barang-barang itu ke Mesir. 26 Lalu kata Yehuda kepada saudara-saudaranya itu: "Apakah untungnya kalau kita membunuh adik kita itu dan menyembunyikan darahnya? 27 Marilah kita jual dia kepada orang Ismael ini, tetapi janganlah kita apa-apakan dia, karena ia saudara kita, darah daging kita." Dan saudara-saudaranya mendengarkan perkataannya itu. 28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir. 29 Ketika Ruben kembali ke sumur itu, ternyata Yusuf tidak ada lagi di dalamnya. Lalu dikoyakkannyalah bajunya, 30 dan kembalilah ia kepada saudara-saudaranya, katanya: "Anak itu tidak ada lagi, ke manakah aku ini?"


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, jika kita mempunyai adik atau kakak, apakah wajar bila terjadi konflik atau perselisihan? Itu wajar saja, asalkan segera ditemukan cara baik untuk menyelesaikannya dan berdamai. Menjadi tidak wajar apabila konflik itu berakhir dengan cara yang salah. Alih-alih menyelesaikan masalah malah menimbulkan dendam bahkan saling membenci. Tidak jarang perselisihan yang terjadi pada masa remaja itu menjadi membesar ketika dewasa nanti.


Hubungan Yusuf dan saudara-saudaranya sejak awal memang sudah diwarnai dengan kebencian, terutama oleh kakak-kakaknya sendiri. Karunia yang diperoleh melalui penglihatan dalam mimpi serta sikap Yakub yang lebih mengasihi Yusuf menjadi akar kebencian dari saudara-saudaranya. Bacaan Alkitab hari ini menggambarkan sebuah kegagalan menemukan solusi yang baik di tengah konflik. Saudara-saudara Yusuf lebih dikendalikan oleh kebencian mereka dibandingkan keinginan untuk mencari solusi perdamaian dalam menyelesaikan perselisihan. Mereka memutuskan untuk menjual Yusuf kepada saudagar-saudagar dari Midian. Para saudagar tersebut membawa Yusuf ke Mesir. Dalam kisah ini, Ruben, salah satu dari saudara Yusuf justru memiliki pilihan sikap yang berbeda. Apa yang ditunjukkan oleh Ruben adalah sebuah sikap yang mau mencari solusi atau jalan keluar yang baik di tengah perselisihan.


Sobat Teruna, apa pun perselisihan yang kita hadapi, pilihan yang baik adalah berupaya mencari solusi yang berakhir dengan perdamaian. Bukankah kita yang berdosa ini juga telah mengambil sikap bermusuhan dengan Allah? Namun justru Allah sendiri yang berusaha untuk menemukan solusi perdamaian dengan menyelamatkan kita dari kebinasaan. Di tengah perselisihan, marilah kita berusaha menawarkan diri untuk memulai lebih dahulu menjadi pendamai. Setiap solusi perdamaian memerlukan kebesaran hati. Pilihan sangat tergantung dari kemauan kita berbesar hati. (HT)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah Bapa, mohon berilah aku, hati yang bijaksana untuk senantiasa menemukan jalan keluar yang baik dari setiap perselisihan.