KUNCI SUKSES BEKERJA BERSAMA



 

1 Korintus 12:21-26


21 Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki: ”Aku tidak membutuhkan engkau.” 22 Malahan justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, yang paling dibutuhkan. 23 Dan kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pemandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus. Dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus. 24 Hal itu tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, 25 supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. 26 Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, Rasul Paulus dalam perenungan kemarin telah mempergunakan gambaran tubuh manusia untuk menekankan kesatuan dalam perbedaan. Dari seluruh anggota yang berbeda, baik latarbelakang, status sosial maupun kebangsaan menjadi satu tubuh dalam TUHAN. Karenanya dalam perikop ini, ia hendak berbicara tentang bagaimana hubungan antar sesama anggota itu terjalin. Mari belajar bersama!


Melalui penjelasan dalam ayat-ayat ini, Paulus menunjukkan bahwa:

1. bagian-bagian tubuh saling bergantung satu dengan yang lain (ayat 21),

2. bagian yang “kurang penting” diperlakukan secara khusus (ayat 22-24).

3. kesimpulannya: tidak boleh terjadi perpecahan dalam tubuh (ayat 25a),

4. setiap bagian tubuh saling memperhatikan (ayat 25b),

5. semua bagian tubuh merasakan apa yang dialami oleh satu anggota tubuh, “ale rasa beta rasa” (ayat 26).


Nah, belajar dari perenungan ini, maka kita dapat memetik kesimpulan, yaitu:

1. Sebagai satu kesatuan dalam TUHAN, kita saling membutuhkan. Kita tidak bisa hidup atau bekerja sendiri. Kita membutuhkan anggota persekutuan lainnya.

2. Perbedaan fungsi/peran maupun talenta tidak boleh menjadi “pemecah”, tapi harus saling melengkapi.

3. Sikap yang harus dibangun dan dikembangkan dalam persekutuan adalah saling menghargai dan menghormati satu dengan lainnya.


So…, bagaimana kita terapkan dalam hidup sehari-hari?

1. Mari lihat sesama anggota persekutuan sebagai saudara dalam TUHAN, hargai dan hormati tanpa pandang perbedaan yang ada.

2. Mari bekerja sama dengan sesama anggota persekutuan. Kita gunakan talenta yang dimiliki. Kembangkan talenta kita untuk dipakai dalam persekutuan.

3. Di tengah masyarakat, prinsip saling menghargai dan senang bekerja sama dengan orang lain akan membuat hidup kita bermanfaat, baik buat diri sendiri maupun sesama. (MCLH)

 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus yang baik, tolonglah anak-Mu ini agar menjadi pribadi yang menghargai sesama dan mampu bekerja sama dengan siapa pun.