top of page

LAMPU KANDIL



 

Imamat 24:1-4

1 TUHAN berfirman kepada Musa: 2 "Perintahkanlah kepada orang Israel, supaya mereka membawa kepadamu minyak zaitun tumbuk yang tulen untuk lampu, supaya lampu dapat dipasang dan tetap menyala. 3 Harun harus tetap mengatur lampu-lampu itu di depan tabir yang menutupi tabut hukum, di dalam Kemah Pertemuan, dari petang sampai pagi, di hadapan TUHAN. Itulah suatu ketetapan untuk selama-lamanya bagimu turun-temurun. 4 Di atas kandil dari emas murni haruslah tetap diaturnya lampu-lampu itu di hadapan TUHAN."

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Bangsa Indonesia menetapkan burung garuda sebagai lambang negaranya. Malaysia bangga dengan rupa dua ekor harimau sebagai konsep ‘jata negara’ (baca; lambang negara). Amerika Serikat dan Irak, masing-masing memilih burung elang sebagai simbol wibawa negara. Alih-alih menggunakan rupa binatang atau burung, Israel lebih memilih Menorah sebagai wujud kebanggaan bangsanya.


Manorah atau kandil atau yang juga disebut sebagai kaki dian adalah tempat pelita atau lilin berkaki tujuh yang terbuat dari emas murni. Sebagai perkakas kemah suci, kaki dian biasanya diletakkan di ruang Maha Kudus sebagai penerang. Pembacaan alkitab hari ini menceritakan tentang tata cara menyalakan lampu pada kaki dian di bait Allah. Bahan bakar lampu itu adalah minyak zaitun yang mempunyai daya kapilaritas tinggi untuk mempertahankan lampu di atas kaki dian tetap menyala dari sore sampai pagi (ayat 1-2). Tugas menyalakan kaki dian ini dipercayakan kepada Harun dan keturunannya untuk selama-lamanya (ayat 3-4). Kaki dian itu dibuat dari emas murni yang melambangkan kekayaan surgawi, yang juga ada pada pribadi Allah. Di dalam perjanjian baru, pelita di atas kaki dian melambangkan cahaya Kristus yang menerangi kegelapan dunia. Hal inilah yang harus diteladani oleh setiap anak-anak Tuhan.


Sobat Teruna, pengikut Kristus yang sejati adalah mereka yang berkomitmen untuk selalu menjadi terang di tengah-tengah kegelapan dunia. Setiap tindakan kebenaran dan perbuatan kasih harus terpancar dan menjadi kesaksian yang memberi pencerahan kepada orang lain. Tetaplah berani bersikap benar meskipun harus melawan arus. Setialah menunjukkan kepedulian kasih kepada orang yang membutuhkan. Sekecil apa pun pelita (kasih/ kebenaran) yang kita miliki pasti akan tetap terlihat di tengah-tengah pekatnya gelap. (VS)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, berikan aku keberanian untuk menjadi terang di tengah-tengah kegelapan dunia sekitar ini.


Commentaires


bottom of page