MAKIN DIBERKATI, SEMAKIN SADAR DIRI


1 Tawarikh 17: 16-22

16 Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan Tuhan sambil berkata: ”Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? 17 Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Allah; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan Allah. 18 Apakah lagi yang dapat ditambahkan Daud kepada-Mu dalam hal Engkau memuliakan hamba-Mu ini? Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini? 19 Ya Tuhan, oleh karena hamba-Mu ini dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukan segala perkara yang besar itu. 20 Ya Tuhan, tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. 21 Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Mu dengan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dari depan umat-Mu yang telah Kaubebaskan dari Mesir? 22 Engkau telah membuat umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya dan Engkau, ya Tuhan, menjadi Allah mereka.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Apakah Sobat Teruna pernah mendengar istilah sindrom OKB (Orang Kaya Baru)? Gejala itu nampak dari gaya hidup seseorang yang ketika memiliki berkat melimpah menjadi sombong, boros, cepat puas dan merasa tugasnya sudah selesai sehingga tinggal menghabiskan kekayaan saja sebelum meninggal. Perilaku sindrom OKB tersebut sangat kontras dengan sikap Raja Daud. Raja Daud mengawali debut karirnya sebagai seorang gembala. Kehidupannya terus meningkat dari berbagai segi sampai menjadi raja yang terkenal. Seiring dengan kekayaan yang semakin berlimpah dan popularitas yang kian naik, Raja Daud justru merasa tidak layak menerima anugerah TUHAN yang begitu besar dalam hidupnya. Ia mengakui TUHAN yang telah membawanya sampai kepada tingkat kehidupan yang tinggi. Makin menyadari betapa besar berkat yang dia terima, semakin Raja Daud merasa tidak mampu membalas semua kebaikan TUHAN. Karena itu ia semakin mendekatkan diri kepada TUHAN dalam doa. Ia pun semakin merendahkan diri sebab menyadari semua berasal dari TUHAN dan tidak ada yang sama seperti Dia.


Sobat Teruna, hidup ini penuh dengan nuansa persaingan yang tak bisa kita hindari. Namun demikian, musuh terbesar yang perlu kita kalahkan adalah diri sendiri, bukan orang lain. Perilaku ‘aneh-aneh’ ketika hidup semakin diberkati dari berbagai segi, janganlah kita tiru. Karena itu, hendaknya jiwa kita tetap terhubung dalam doa dengan Sang Pemberi berkat. Jikalau kita menyadari bahwa segala sesuatu dari TUHAN dan tidak ada yang sama seperti Dia, maka gejala seperti sindrom OKB ataupun ‘virus’ kesombongan dan lupa diri dapat segera diatasi. Mari meneladani sikap Raja Daud yang rendah hati dan tidak lupa menaikkan doa syukur di hadapan TUHAN. (YRLJ)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya TUHAN, mohon jauhkanlah dariku sifat sombong dan sikap lupa diri dalam kehidupanku yang semakin Engkau berkati, tetapi tolonglah aku belajar rendah hati serta selalu bersyukur kepada-Mu.