top of page

MANUSIA YANG DIBUTAKAN



 

Kejadian 19 : 1-11

1 Kedua malaikat itu tiba di Sodom pada waktu petang. Lot sedang duduk di pintu gerbang Sodom dan ketika melihat mereka, bangunlah ia menyongsong mereka, lalu sujud dengan mukanya sampai ke tanah, 2 serta berkata: ”Tuan-tuan, silakanlah singgah ke rumah hambamu ini, bermalamlah di sini dan basuhlah kakimu, maka besok pagi tuan-tuan boleh melanjutkan perjalanannya.” Jawab mereka: ”Tidak, kami akan bermalam di tanah lapang.” 3 Tetapi karena ia sangat mendesak mereka, singgahlah mereka dan masuk ke dalam rumahnya, kemudian ia menyediakan hidangan bagi mereka, ia membakar roti yang tidak beragi, lalu mereka makan. 4 Tetapi sebelum mereka tidur, orang-orang lelaki dari kota Sodom itu, dari yang muda sampai yang tua, bahkan seluruh kota, tidak ada yang terkecuali, datang mengepung rumah itu. 5 Mereka berseru kepada Lot: ”Di manakah orang-orang yang datang kepadamu malam ini? Bawalah mereka keluar kepada kami, supaya kami pakai mereka.” 6 Lalu keluarlah Lot menemui mereka, ke depan pintu, tetapi pintu ditutupnya di belakangnya, 7 dan ia berkata: ”Saudara-saudaraku, janganlah kiranya berbuat jahat. 8 Kamu tahu, aku mempunyai dua orang anak perempuan yang belum pernah dijamah laki-laki, baiklah mereka kubawa ke luar kepadamu; perbuatlah kepada mereka seperti yang kamu pandang baik; hanya jangan kamu apa-apakan orang-orang ini, sebab mereka memang datang untuk berlindung di dalam rumahku.” 9 Tetapi mereka berkata: ”Enyahlah!” Lagi kata mereka: ”Orang ini datang ke sini sebagai orang asing dan dia mau menjadi hakim atas kita! Sekarang kami akan menganiaya engkau lebih dari pada kedua orang itu!” Lalu mereka mendesak orang itu, yaitu Lot, dengan keras, dan mereka mendekat untuk mendobrak pintu. 10 Tetapi kedua orang itu mengulurkan tangannya, menarik Lot masuk ke dalam rumah, lalu menutup pintu. 11 Dan mereka membutakan mata orang-orang yang di depan pintu rumah itu, dari yang kecil sampai yang besar, sehingga percumalah orang-orang itu mencari-cari pintu.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Pada tahun 2020, kasus korupsi terjadi ditengah-tengah kondisi Covid-19 melanda Indonesia. Salah satu pejabat tinggi negara melakukan aksi ‘menggelapkan’ uang bantuan sosial yang akan dibagikan kepada masyarakat yang terkena dampak Covid-19. Melihat kasus ini, banyak orang marah dan kecewa. Seakan tidak memiliki rasa syukur, ketika kondisi banyak orang hidup dalam kehilangan harapan, justru pejabat tersebut memakai kesempatan melakukan aksi dalam memenuhi hawa nafsunya. Akibatnya bantuan-bantuan disalurkan tidak merata. Kini semakin terlihat banyak orang dalam kondisi seperti ini masih mengambil kesempatan dalam kesempitan demi memenuhi hawa nafsu.


Orang-orang Sodom dan Gomora adalah contohnya. Mereka hidup dengan kondisi daerah yang makmur.Namun mereka hidup dengan sikap tidak taat pada Allah dan penuh dosa. Mereka selalu mencari-cari hal yang bisa memenuhi segala hawa nafsu. Sampai dua malaikat yang datang ke rumah Lot, terdapat orang-orang Sodom mengepung rumah Lot dan mengingini dua malaikat tersebut yang mereka tidak mengetahuinya. Ini bukti bahwa mereka tidak dapat mengendalikan diri. Lot dengan berani dan penuh ketaatan pada Tuhan, rela memberikan anak-anak perempuannya kepada orang-orang yang meminta dua tamunya. Lot disini penuh dengan dilema, namun saat itu dia ditolong oleh dua malaikat tersebut yang membutakan mata orang-orang yang mengepung rumahnya.


Sobat Teruna, seringkali kita dibutakan oleh segala hal yang nikmat di dunia ini untuk memenuhi segala hawa nafsu diri. Kita senang apa yang diinginkan terus dipenuhi. Namun seringkali itu tidak menjadikan kita pribadi yang bersyukur dengan apa yang Allah anugerahkan. Saat ini kita diajak untuk hidup taat kepada Allah dengan mengendalikan segala hawa nafsu diri. (ACTK)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, mohon celikkanlah mata hatiku agar dapat mengendalikan segala hawa nafsu dalam diriku.













Comments


bottom of page