MAWAS DIRI


Matius 23 : 25-26


25 Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. 26 Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, apa itu mawas diri? Mawas diri adalah peninjauan atau koreksi terhadap sikap dari diri kita sendiri. Mawas diri adalah sikap yang menyadari kelemahan sendiri. Umumnya orang menyebut mawas diri dengan istilah “tahu diri.” Orang yang tidak mawas diri adalah yang tak menyadari kelemahan sendiri. Ketika orang ini berbuat kesalahan, maka dia tidak mengakui kesalahan itu. Sedangkan orang yang tidak tahu diri, justru bersikap sombong untuk menutupi kelemahan atau kesalahannya. Pertanyaannya, apakah Tuhan Yesus menginginkan kita untuk mawas diri?


Bacaan Alkitab hari ini adalah perkataan Tuhan Yesus terhadap orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat. Tuhan Yesus menegur pemahaman mereka mengenai apa itu suci. Kesucian berarti apa yang ada di dalam hati seseorang sama bersihnya dengan yang di luar (tindakan atau ucapan). Tuhan Yesus mengambil contoh cawan atau cangkir. Sebuah cangkir bisa kita katakan bersih apabila bagian dalam dan luarnya itu bersih. Jika hanya bagian luar yang bersih tetapi dalamnya kotor, maka cangkir itu tidak benar-benar bersih. Cangkir yang setengah bersih itu adalah kaum Farisi dan ahli-ahli Taurat.


Sobat Teruna, apakah Tuhan Yesus menginginkan kita untuk mawas diri? Ya, karena mawas diri adalah sikap yang menyadari kelemahan atau kesalahan sendiri. Setiap manusia mempunyai kelemahan dan pernah melakukan kesalahan. Karena itu kita tidak boleh sesuka hati menghakimi atau menghina kelemahan orang lain. Biasanya kita bercanda dengan cara menghina kelemahan dari teman. Itu mungkin terlihat biasa saja, tetapi bukan hal yang Tuhan Yesus kehendaki. Tuhan Yesus menghendaki kita untuk mawas diri, menyadari kelemahan sendiri dan memperbaikinya serta mengasihi sesama, bukan menghakimi. (BAI)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, tolong ajarkan aku untuk semakin mawas diri dan lebih mengasihi daripada menghina atau menghakimi kelemahan orang lain.