MELAKSANAKAN JANJI DAN DOA


Yakobus 5 : 12-15


12 Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman. 13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! 14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Setiap orang pasti pernah berjanji. Kita pernah merasakan sesak di hati lantaran orang lain ingkar janji. Namun, begitu mudahnya juga kita mengucapkan janji dan tidak menepatinya. Padahal kita tahu kesesakan hati yang akan dirasakan orang lain, jika janji itu diingkari. Yang penting bagi kita adalah minta maaf atas pengingkaran janji itu. Ada juga yang kita sering tidak disadari yaitu ketika berjanji pada diri sendiri dan orang lain. Lalu kita mendoakan janji tersebut. Itu berarti kita melibatkan Tuhan dalam janji tersebut. Lalu, bagaimana seandainya janji itu kita ingkari sendiri?


Yakobus dalam suratnya kepada orang-orang percaya yang ada di perantauan (diaspora) menyatakan bahwa iman tanpa perbuatan pada hakikatnya adalah mati (Yak. 2:17). Iman seseorang terpancar melalui perilaku hidup yang dijalaninya. Jadi iman yang benar terpancar lewat perilaku yang baik, benar dan tepat, melalui perkataan juga perbuatan dalam kehidupan. Salah satu perbuatan itu adalah berjanji dan berdoa (Yak. 5:12-15). Yakobus menasihati agar kita jangan mudah berjanji jikalau tak mampu menepatinya, apalagi bila janji itu telah diteguhkan melalui doa.


Sobat Teruna, nampaknya berjanji dan berdoa adalah hal yang sepele. Namun, betapa tidak sepelenya untuk melaksanakan apa yang kita ucapkan dalam janji dan doa itu. Belajar dari pengalaman sendiri, mari kita taat dan setia melaksanakan apa yang telah dikatakan dalam janji dan doa. Karena di situlah kita sedang membina diri untuk menjadi orang yang dapat dipercaya oleh orang lain. Selain itu, kita juga melatih diri untuk mencapai yang diharapkan. Tuhan menolong kita untuk tidak sembarang berjanji dan sungguh-sungguh melaksanakan janji. (JYK)





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya, Roh Kudus mohon mampukan aku untuk tidak berkata-kata sembarang dalam berjanji dan berdoa agar nama-Mu tetap terpuji.