top of page

MEMBIASAKAN DIRI BERKATA POSITIF




 

LUKAS 4 : 31 - 37


31 Kemudian Yesus pergi ke Kapernaum, sebuah kota di Galilea, lalu mengajar di situ pada hari-hari Sabat. 32 Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. 33 Di dalam rumah ibadat itu ada seorang yang kerasukan setan dan ia berteriak dengan suara keras: 34 ”Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusan-Mu dengan kami? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah.” 35 Tetapi Yesus menghardiknya, kata-Nya: ”Diam, keluarlah dari padanya!” Dan setan itu pun menghempaskan orang itu ke tengah-tengah orang banyak, lalu keluar dari padanya dan sama sekali tidak menyakitinya. 36 Dan semua orang takjub, lalu berkata seorang kepada yang lain, katanya: ”Alangkah hebatnya perkataan ini! Sebab dengan penuh wibawa dan kuasa Ia memberi perintah kepada roh-roh jahat dan mereka pun keluar.” 37 Dan tersebarlah berita tentang Dia ke mana-mana di daerah itu.

Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.


 


Sobat Teruna, selama ini perkataan apakah yang sering keluar dari mulut kita? Apakah perkataan yang baik atau perkataan yang tidak baik? Pernahkah sobat Teruna merasakan dampak dari perkataan sobat Teruna dalam persahabatan dan pertemanan sobat Teruna?


Kapernaum adalah kota tempat Yesus melakukan banyak mujizat. Kota ini terletak di barat laut Danau Genezaret dan terkenal dengan perikanan dan perniagaannya. Yesus hijrah dari Nazaret dan datang ke kota ini. Penduduk kota ini terdiri dari orang Yahudi, Yunani dan Romawi. Diceritakan oleh Lukas, seperti di Nazaret, di kota ini Yesus hadir dalam sebuah pertemuan di rumah ibadah. Pengunjung-pengunjung rumah ibadah sangat heran dengan pengajaran Yesus dan mereka melihat bahwa perkataan-Nya penuh kuasa. Perkataan-perkataan Yesus penuh dengan kekuatan llahi membuat kesan

tersendiri bagi para pendengar-Nya. Di tempat ibadah ini juga untuk pertama kalinya Yesus melakukan mujizat pengusiran setan. Roh Allah bekerja dalam diri Yesus untuk mengalahkan segala kuasa setan yang ada pada saat itu. Setan itu dikalahkan dengan perkataan yang berkuasa dalam diri Yesus. Perkataan Yesus yang penuh kuasa mendatangkan kebaikan bagi seorang yang kerasukan setan,


Sobat Teruna, mari kita belajar mengucapkan kata-kata yang bermanfaat seperti yang Yesus lakukan di tengah peribadahan yang sedang berlangsung di Kapernaum. Kata-kata positif yang kita ucapkan dari mulut kita memiliki manfaat ganda. Pertama, ketika mengucapkan hal yang positif dan bermanfaat bagi orang lain maka kita sedang bersaksi tentang Tuhan yang kita sembah yang mengajarkan kepada kita tentang ucapan-ucapan yang bermakna. Kedua, dampak dari perkataan kita yang positif dan bermanfaat membawa kita untuk hadir sebagai pribadi yang dapat menjadi contoh dan teladan yang baik bagi teman-teman kita. Yuk, ucapkan kata-kata positif yang dapat membangun diri kita dan sahabat kita. Tuhan memberkati. UR/wet



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

"Tuhan, jagalah mulutku agar aku selalu mengucapkan kata-kata yang baik

dan membangun ketika berjumpa dengan teman-temanku."

Comments


bottom of page