top of page

MEMELIHARA HUKUM ALLAH



 

Ulangan 4 : 1-13

1 ”Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu.

2 Janganlah kamu menambahi apa yang kuperintahkan kepadamu dan janganlah kamu menguranginya, dengan demikian kamu berpegang pada perintah Tuhan, Allahmu, yang kusampaikan kepadamu.

3 Matamu sendiri telah melihat apa yang diperbuat Tuhan mengenai Baal-Peor, sebab Tuhan, Allahmu, telah memunahkan dari tengah-tengahmu semua orang yang mengikuti Baal-Peor, 4 sedangkan kamu sekalian yang berpaut pada Tuhan, Allahmu, masih hidup pada hari ini. 5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh Tuhan, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. 7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti Tuhan, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? 8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini? 9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu, 10 yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka. 11 Lalu kamu mendekat dan berdiri di kaki gunung itu, sedang gunung itu menyala sampai ke pusar langit dalam gelap gulita, awan dan kegelapan. 12 Lalu berfirmanlah Tuhan kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara. 13 Dan Ia memberitahukan kepadamu perjanjian, yang diperintahkan-Nya kepadamu untuk dilakukan, yakni Kesepuluh Firman dan Ia menuliskannya pada dua loh batu.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, seberapa sering kita menerima nasihat? Bagaimana respons kita terhadap nasihat tersebut? Kita perlu menerima nasihat karena siapa pun bisa salah dalam mengambil keputusan.


Itu seperti halnya bangsa Israel yang bersiap-siap untuk menyeberangi Sungai Yordan dan masuk ke tanah Palestina. Nabi Musa membekali mereka dengan nasihat-nasihat. Musa mengingatkan bahwa ketaatan terhadap ketetapan dan peraturan Allah akan membuat mereka mendapatkan hidup, berkat dan janji yang digenapi. Ketaatan dengan tidak menambahi atau mengurangi perintah Allah menunjukkan sikap setia dan teguh. Pengalaman Israel menyembah Baal-Peor dan turut memakan korban sembelihan bersama perempuan-perempuan Moab mendatangkan murka Allah. Lalu Allah menyuruh Musa untuk menangkap dan membunuh orang-orang yang berpasangan dengan Baal-Peor (baca: Bilangan 25:1-18). Sedangkan umat yang berpaut pada Allah dibiarkan tetap hidup. Mereka melakukan ketetapan dan peraturan Allah dengan setia supaya menjadi bijaksana dan berakal budi di mata bangsa-bangsa. Kata “waspada” dan “berhati-hati” menjadi peringatan untuk Israel supaya tidak pernah melupakan perjanjian yang diperintahkan yakni kesepuluh Firman yang ditulis pada dua loh batu. Karena tanpa adanya aturan, manusia akan hidup seenaknya dan berujung pada kekacauan.


Sobat Teruna, nasihat dari Nabi Musa ini menjadi peringatan bagi kita juga bahwa pengalaman bangsa Israel yang sering gagal untuk taat memelihara hukum Allah, mendatangkan murka-Nya. Sebaliknya, ketaatan menghasilkan berkat. Memang setiap nasihat pada saat diberikan sulit untuk kita dengar dan terima, tetapi buah dari ketaatan manis rasanya. Amsal 19:20 menyatakan, “Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” Mari kita belajar taat menerima nasihat-nasihat yang diberikan dalam memelihara hukum Allah. Roh Kudus memampukan kita. (MMMG)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Ya Allah Bapa di Sorga aku mau berkomitmen untuk terus mendengar Firman-Mu melalui nasihat-nasihat yang diberikan. Aku percaya bahwa semua nasihat yang disampaikan untuk kebaikan diriku. Tolonglah aku, ya Allah agar dapat melakukan Firman-Mu.

Comments


bottom of page