top of page

“MEMILIH MELAKUKAN YANG BAIK & ESENSIAL”



 

Pengkhotbah 7 : 1-9


1 Nama yang harum lebih baik dari pada minyak yang mahal, dan hari kematian lebih baik dari pada hari kelahiran. 2 Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta, karena di rumah dukalah kesudahan setiap manusia; hendaknya orang yang hidup memperhatikannya. 3 Bersedih lebih baik dari pada tertawa, karena muka muram membuat hati lega. 4 Orang berhikmat senang berada di rumah duka, tetapi orang bodoh senang berada di rumah tempat bersukaria. 5 Mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik dari pada mendengar nyanyian orang bodoh. 6 Karena seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, demikian tertawa orang bodoh. Ini pun sia-sia. 7 Sungguh, pemerasan membodohkan orang berhikmat, dan uang suap merusakkan hati. 8 Akhir suatu hal lebih baik dari pada awalnya. Panjang sabar lebih baik dari pada tinggi hati. 9 Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.




Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna yang terkasih, bayangkan situasi ini: Di kelasmu ada banyak sekali teman dan kamu suka berteman dengan mereka. Akan tetapi di kelas itu ada satu anak yang sukanya marah-marah terus. Kalau teman ada salah sedikit, dia marah; bahkan tak jarang ketika teman-teman lain tertawa, dia malah memarahi teman-temannya karena dianggap mengganggu. Kira-kira, kamu nyaman tidak berteman dengan orang yang seperti itu? Tentunya tidak yaaa…


Hari ini di bacaan kita, Pengkhotbah mengingatkan untuk memilih hal yang esensial untuk dilakukan di dalam hidup. Memilih nama baik daripada harta, menghibur orang berduka dan bersedih daripada pesta pora, mendengar teguran daripada pujian, hingga panjang sabar dan tidak lekas marah daripada tinggi hati; itu semua adalah hal-hal yang lebih baik untuk dilakukan.


Kenapa ya hal-hal yang disebut itu lebih baik untuk dilakukan? Karena :

1) Jika kita melakukan hal-hal itu, kita menjadi pribadi yang lebih dewasa sesuai kehendak Tuhan; dan

2) Jika kita melakukan itu, kita menjadi berkat untuk orang lain.


Dan sebaliknya, jika kita memilih melakukan hal-hal yang berlawanan, itu justru membawa kerugian dalam hidup kita. Contohnya seperti kisah di atas. Teman yang sukanya marah-marah kepada teman-temannya sadar atau tidak dia menyakiti hati teman-temannya. Dia tidak menjadi berkat, tapi justru menjadi sumber sakit hati orang lain. Akhirnya ia yang rugi karena orang lain pun tidak nyaman berteman dengannya.


Marilah kita belajar untuk lebih bisa memilih melakukan hal-hal yang baik dan esensial, sehingga kehadiran kita bisa menjadi berkat untuk kemuliaan nama-Nya. (YWA)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:

Tuhan, ajarkanlah aku untuk lebih bisa memilih melakukan hal-hal yang baik dan esensial di hidupku.

Comments


bottom of page