MEMPELAJARI DAN MEMPRAKTEKKAN!


Matius 13 : 10-15

10 Maka datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya: ”Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan?” 11 Jawab Yesus: ”Kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Sorga, tetapi kepada mereka tidak. 12 Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. 13 Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. 14 Maka pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak menanggap. 15 Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar, dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974,2018.


Apakah Sobat Teruna pernah mendengar kata perumpamaan? Dalam KBBI, kata perumpamaan itu berarti ibarat atau perbandingan. Kata perumpamaan (Yunani, parabole) memiliki arti menyejajarkan hal untuk diperbandingkan. Perumpamaan biasanya dalam bentuk cerita-cerita pendek yang dikisahkan untuk mengajar. Dalam tulisan Injil (Matius, Markus dan Lukas) Yesus Kristus sering mempergunakan perumpamaan untuk menggambarkan tentang TUHAN dan cara hidup yang seharusnya sebagai orang yang percaya pada-Nya. Perikop kita menyampaikan penjelasan Yesus terhadap pertanyaan keduabelas murid-Nya seputar alasan-Nya mempergunakan perumpamaan kepada orang banyak yang mengikuti-Nya di tepi sebuah danau.


Alasan utama-Nya adalah jika para murid hanya mendengar pengajaran begitu saja, mereka tidak akan mengerti apalagi melakukannya. Sebaliknya, bila mempergunakan perumpamaan, para pendengar dapat “menangkap” maksud dari pengajaran yang diberikan dengan lebih mudah. Lalu mereka akan mengerti dan melakukannya. Selain itu, Yesus juga menghendaki agar para pendengar-Nya bukan hanya mendengar, tetapi juga harus mempraktekkan apa yang didengar.


Sobat Teruna, apa pesan bacaan ini untuk kita? Perenungan ini mengajarkan kepada kita 2 (dua) poin yang penting, yaitu:

1. Menjadi remaja yang mengasihi Tuhan Yesus, berarti bukan hanya membaca dan mendengar Firman kemudian melupakannya! Menjadi remaja Kristen yang baik berarti membaca dan mendengar Firman kemudian mempraktekkannya dalam hidup setiap hari.

2. Pengalaman hidup juga dapat menjadi “cerita-cerita” pendek yang mengajarkan kita tentang kasih Tuhan dan bagaimana seharusnya cara hidup sebagai remaja Kristen yang mengasihi Dia. Belajarlah dari pengalaman hidup, ambil poin penting untuk menjadi alat evaluasi dan pengembangan diri ke depan agar menjadi pribadi yang lebih baik.


Selamat mempelajari dan mempraktekkan Firman Tuhan. Tuhan Yesus menyertai Sobat Teruna. (MCLH)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, terimakasih untuk pelajaran Firman-Mu hari ini. Mohon tuntunlah aku agar hidupku semakin berkenan kepada-Mu.