“MENCARI KEBAHAGIAAN (1)”



 

Pengkhotbah 2 : 1-11


1 Aku berkata dalam hati: ”Mari, aku hendak menguji kegirangan! Nikmatilah kesenangan! Tetapi lihat, juga itu pun sia-sia.” 2 Tentang tertawa aku berkata: ”Itu bodoh!”, dan mengenai kegirangan: ”Apa gunanya?” 3 Aku menyelidiki diriku dengan menyegarkan tubuhku dengan anggur, – sedang akal budiku tetap memimpin dengan hikmat –, dan dengan memperoleh kebebalan, sampai aku mengetahui apa yang baik bagi anak-anak manusia untuk dilakukan di bawah langit selama hidup mereka yang pendek itu. 4 Aku melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, mendirikan bagiku rumah-rumah, menanami bagiku kebun-kebun anggur; 5 aku mengusahakan bagiku kebun-kebun dan taman-taman, dan menanaminya dengan rupa-rupa pohon buah-buahan; 6 aku menggali bagiku kolam-kolam untuk mengairi dari situ tanaman pohon-pohon muda. 7 Aku membeli budak-budak laki-laki dan perempuan, dan ada budak-budak yang lahir di rumahku; aku mempunyai juga banyak sapi dan kambing domba melebihi siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku. 8 Aku mengumpulkan bagiku juga perak dan emas, harta benda raja-raja dan daerah-daerah. Aku mencari bagiku biduan-biduan dan biduanita-biduanita, dan yang menyenangkan anak-anak manusia, yakni banyak gundik. 9 Dengan demikian aku menjadi besar, bahkan lebih besar dari pada siapa pun yang pernah hidup di Yerusalem sebelum aku; dalam pada itu hikmatku tinggal tetap padaku. 10 Aku tidak merintangi mataku dari apa pun yang dikehendakinya, dan aku tidak menahan hatiku dari sukacita apa pun, sebab hatiku bersukacita karena segala jerih payahku. Itulah buah segala jerih payahku. 11 Ketika aku meneliti segala pekerjaan yang telah dilakukan tanganku dan segala usaha yang telah kulakukan untuk itu dengan jerih payah, lihatlah, segala sesuatu adalah kesia-siaan dan usaha menjaring angin; memang tak ada keuntungan di bawah matahari.




Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna yang terkasih! Apa sih yang biasanya kita lakukan untuk mencari kebahagiaan atau kesenangan? Ada yang main medsos (IG, TikTok, FB, dan sebagainya), main game di smarthphone atau komputer/laptop, melakukan hobi, dan ada juga yang mengobrol dan jalan-jalan dengan keluarga, teman, atau orang yang kita sayang, termasuk si “dia”. Ehhmm…


Di bacaan kita hari ini menunjukkan bagaimana Pengkhotbah pada zamannya pun melakukan banyak hal untuk mencari kesenangan dan kebahagiaan. Banyak yang ia lakukan: Minum anggur dan berpesta, membangun rumah, menanam dan memperindah kebun, mencari budak, memelihara hewan ternak, mengumpulkan harta benda, bahkan sampai mencari banyak pasangan. Pokoknya semua hal yang dianggap bisa membawa kebahagiaan di dunia ini, ia lakukan. Namun ternyata, setelah semua yang ia lakukan itu, ia justru mendapat kesimpulan bahwa semuanya itu sia-sia.


Pengkhotbah menunjukkan bahwa jika kita fokus mencari kebahagiaan yang sejati pada hal-hal duniawi, semua itu pasti akan sia-sia. Ambil contoh: kita mencari bahagia dengan aktif di medsos, lalu ternyata di medsos kita melihat ada orang memberikan komentar negatif yang tidak kita harapkan; atau kita main game dan kita kalah; atau kita mendekati si dia yang kita suka, namun ternyata dia tidak suka kepada kita. Dalam hal-hal di atas, ketika sesuatu berjalan tidak seperti yang kita harapkan, kita justru menjadi kesal dan marah. Bahagia kita hilang.


Hari ini kita belajar untuk jangan meletakkan tujuan bahagia kita kepada hal-hal yang duniawi, karena hal-hal duniawi ini sifatnya fana dan akan dengan mudah mengecewakan kita dan menghilangkan bahagia kita. (YWA)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:

Tuhan, ajarkanlah aku untuk tidak meletakkan sumber bahagiaku kepada hal-hal duniawi yang fana.