“MENCARI KEBAHAGIAAN (2)”



 

Pengkhotbah 2 : 24-26


24 Tak ada yang lebih baik bagi manusia dari pada makan dan minum dan bersenang-senang dalam jerih payahnya. Aku menyadari bahwa ini pun dari tangan Allah. 25 Karena siapa dapat makan dan merasakan kenikmatan di luar Dia? 26 Karena kepada orang yang dikenan-Nya Ia mengaruniakan hikmat, pengetahuan dan kesukaan, tetapi orang berdosa ditugaskan-Nya untuk menghimpun dan menimbun sesuatu yang kemudian harus diberikannya kepada orang yang dikenan Allah. Ini pun kesia-siaan dan usaha menjaring angin.




Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna yang terkasih! Kemarin kita sudah belajar bahwa mencari kebahagiaan kepada kesenangan-kesenangan duniawi adalah hal yang sia-sia. Lalu kalau begitu ke mana dan di manakah kita harus mencari kebahagiaan yang sejati itu?


Bacaan hari ini memberi penegasan secara jelas, bahwa Tuhanlah yang memberikan kepada orang-orang yang diperkenankan-Nya hikmat, pengetahuan, dan kesukaan / kebahagiaan. Jadi sumber bahagia yang sejati itu datangnya dari Tuhan! Jika kita hendak mencari kebahagiaan, maka carilah Tuhan. Hal ini dipertegas oleh pernyataan Tuhan Yesus: “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu” (Matius 6:33).


Jika kita mencari kebahagiaan itu di dalam Tuhan, makan dan minum sehari-hari pun akan cukup membuat kita bahagia. Karena kita tahu bahwa makan dan minum itu yang memberikan kita kekuatan dan kesehatan untuk tetap hidup. Jika di meja makan rumah kita selalu tersedia makanan untuk kita nikmati, syukurilah itu karena itu menunjukkan kita termasuk orang yang bahagia! Jadi jangan buang-buang makanan dan minuman di rumah kita ya!


Lalu juga di dalam Tuhan, kita bisa mendapat kebahagian dari hasil jerih lelah kita. Jika kita rajin dan tekun belajar, maka hasilnya kita akan memperoleh hikmat dan pengetahuan yang diberikan oleh Tuhan. Hikmat dan pengetahuan yang baik itu bukan hanya akan berguna, tapi juga akan membawa kebahagiaan bagi hidup kita.


Jadi ingatlah bahwa sumber kebahagiaan yang sejati hanya ada di dalam Tuhan ya! (YWA).


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:

Tuhan, terimakasih karena Engkaulah sumber bahagiaku. Ajar aku untuk mau selalu mencari Engkau di dalam hidupku.