MENELADANI YUSUF


Matius 2: 13-15

13 Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: ”Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia.” 14 Maka Yusuf pun bangunlah, diambilnya Anak itu serta ibu-Nya malam itu juga, lalu menyingkir ke Mesir, 15 dan tinggal di sana hingga Herodes mati. Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: ”Dari Mesir Kupanggil Anak-Ku.”

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia



Sobat Teruna, seringkali pada hari natal, sosok Maria yang dipilih Allah menjadi ibu dari bayi Yesus begitu diperhatikan dan dibahas dalam kotbah maupun Christmas drama. Padahal ada tokoh yang tidak kalah penting untuk diceritakan kisah heroiknya, yaitu Yusuf. Ia adalah forgotten important figure (figur penting yang terlupakan). Atas perintah malaikat dalam mimpi, Yusuf bertindak menyelamatkan Maria dan bayi Yesus dari upaya pembunuhan oleh Raja Herodes (ay.13). Ia membawa keluarga kecilnya mengungsi ke Mesir. Karena di sana Raja Herodes tidak memiliki kuasa sehingga tidak bisa bertindak semena-mena kepada mereka. Mesir bagi Bangsa Israel merupakan tempat bersejarah. Dulu, nenek moyang Bangsa Israel yang juga bernama Yusuf pernah bekerja di Mesir dan menjadi tokoh terkenal karena karyanya dalam menyelamatkan dunia dari bencana kelaparan. Nenek moyang Bangsa Israel pun pernah diperbudak di Mesir setelah Yusuf wafat, tetapi Allah membebaskan mereka dengan tindakan yang spektakuler. Kini, Mesir menjadi tempat pengungsian dalam rangka penyelamatan bayi Yesus. Hal ini tidak akan dicatat demikian dalam sejarah jika sebagai ayah bayi Yesus, Yusuf terlambat merespons perintah malaikat atau bahkan menolaknya. Namun demikian, Yusuf bertindak dengan taat, cepat, dan tepat.


Sobat Teruna, seberapa cepat kita merespons perintah Allah maupun orang tua? Terkadang, sekalipun tahu apa yang diperintahkan oleh Allah, orang tua dan guru adalah hal-hal yang benar serta berguna, namun kita malas bahkan menolak melakukannya. Padahal semua itu berguna untuk menyelamatkan masa depan kita maupun keluarga bahkan gereja dan bangsa. Mari meneladani sosok Yusuf dengan bersikap taat, cepat, dan tepat melakukan firman Allah sebelum kita menyesal, karena semua sudah terlambat. (YRLJ)



Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon berilah aku roh yang selalu taat pada kehendak-Mu agar tidak terlambat merespons dan hidup dalam penyesalan tetapi memuliakan-Mu dengan karya yang berdayaguna bagi diri sendiri maupun sekelilingku.

© Dewan Persekutuan Teruna
Hit Counter :
  • Black Instagram Icon
  • Black YouTube Icon