MENGAMPUNI? PASTI BISA!


 

Matius 6 : 14-15

14 Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. 15 Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974,2018.

 


Alexander Pope, seorang penyair Inggris (1688-1744) menyatakan: “Berbuat salah adalah sifat manusia, mengampuni adalah sifat ilahi.” Manusia kerap kali berbuat salah. Tuhan kerap kali mengampuni. Dalam tindakan pengampunan, yang manusiawi dan yang ilahi berjumpa.


Sobat Teruna, Firman Tuhan hari ini mengajak untuk memiliki capaian hidup yang berbeda dengan orang kebanyakan, yaitu mengampuni sesama yang berbuat salah agar kita diampuni-Nya (ayat 14). Berbuat salah bisa manusiawi, tapi mengakui kesalahan diri dan mengampuni kesalahan orang lain adalah karakter pengikut Kristus sejati. Sobat Teruna, mengampuni orang lain apalagi seteru kita, memang tidak mudah. Karena itu, mari kita belajar tiga hal:


· Belajar memahami. Dibalik suatu tindakan, pasti ada alasannya. Mungkinkah kemarahan teman kita terjadi, karena dia sedang mengalami pergumulan berat? Apakah sikap dingin dan kebenciannya karena dia tinggal di lingkungan orang-orang yang membencinya? Mencoba memahami, mengajak kita mengetahui alasan utama dari tindakan seseorang.

· Belajar melupakan. Siapa mengingat kesalahan orang lain, tidak akan bisa mengampuni. Obat dendam adalah ketulusan melupakan. Ibarat ungkapan: “Masalah besar kita perkecil. Masalah kecil kita hilangkan. Yang bukan masalah jangan dibicarakan lagi.”

· Belajar mendoakan. Dengan berdoa kita melibatkan Tuhan Yesus yang lebih dulu menjadi teladan mengampuni. Ucapan pertama Tuhan Yesus di kayu salib adalah sebuah pengampunan.“Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat” (Lukas 23:24a). Mari mendoakan dalam kasih dan mengasihi dalam doa. Dengan mendoakan, Tuhan Yesus memampukan kelemahan kita dalam mengampuni untuk menjadi tindakan ilahi.


Sobat Teruna cobalah mengisi tabel ini. Mengampuni? Pasti bisa! Bukankah Tuhan senang pada yang pro-aktif berbuat baik kepada sesama? (ES)





 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, aku mohon jadikanlah hatiku selembut hati Bapa, yang selalu membuka pintu pengampunan, agar kebencian macam apapun tidak pernah menguasaiku.