top of page

MENGASIHI MUSUH MENDATANGKAN DAMAI



 

Matius 5 : 25-26

25 Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pengawal dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. 26 Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, adakah di antara kita yang mempunyai musuh? Silahkan Sobat Teruna menjawabnya. Banyak orang bilang mencari teman atau sahabat terasa sulit. Sebaliknya, mencari musuh tidak terlalu sulit bahkan sangat mudah. Berbicara tidak sopan saja, seorang teman yang baik bisa menjadi musuh kita. Pernahkah kita berkeinginan untuk memperbaiki hubungan yang rusak karena permusuhan? Sepertinya berat ya. Apalagi sikap atau perilaku mereka telah membuat kita jengkel dan marah.


Sobat Teruna, dalam bacaan Alkitab hari ini, Tuhan Yesus mengajarkan kepada umat Israel agar mampu untuk berdamai dengan musuh atau orang yang membenci mereka. Hal tersebut Ia tekankan disertai harapan agar mereka tidak diperhadapkan pada persoalan yang lebih besar yang berhubungan dengan hukum. Berdamai dengan musuh berarti menghentikan permusuhan atau memperbaiki hubungan dengan orang lain, dari tidak baik menjadi lebih baik lagi. Mengapa Tuhan Yesus menekankan hal tersebut? Sebab setiap orang pasti berharap bahwa dirinya dapat menjalani kehidupannya dengan tenang dan nyaman tanpa ada gangguan apa pun. Kalau ia mempunyai musuh, maka pasti hidupnya tidak akan tenang dan nyaman. Malah sebaliknya. Ia akan merasa resah, kuatir dan takut. Karena itu Tuhan Yesus menegaskan, kalau ada musuhmu, segeralah berdamai dengannya, lalu damai sejahtera akan engkau rasakan.


Sobat Teruna, tentu kita punya banyak teman di sekolah, di sekitar tempat tinggal atau di Persekutuan Teruna. Bermacam-macam gaya atau perilaku teman, sehingga terkadang membuat kita kesal, marah, laluakhirnya menjadikan mereka sebagai musuh. Tuhan Yesus mengarahkan untuk berdamai agar hidup kita menjadi damai, tenang dan tidak berhadapan dengan masalah yang lebih besar. Maukah kita melakukannya? (SN)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, mohon berikanlah hikmat-Mu agar ketika seorang teman membuat kesal dan marah, aku dimampukan untuk berdamai serta tetap menjadikan mereka sebagai sahabat.

bottom of page