MENGASIHI SAUDARA DALAM KEBENARAN



 

Matius 5 : 21-22

21 Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. 22 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang mencaci maki saudaranya harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, berteman dengan orang lain terkadang tidak selalu berjalan dengan mulus. Terkadang ada gesekan yang melahirkan konflik. Jangankan teman atau sahabat, antara saudara kandung sendiri pun sering terjadi perbedaan pendapat dan pertengkaran. Dalam media sosial, kita sering membaca mengenai pertengkaran dan berujung pada pembunuhan. Ngeri bukan? Pengertian pembunuhan tidak hanya diasumsikan secara fisik saja, melainkan juga dalam bentuk pembunuhan karakter. Misalnya pencemaran nama baik di media sosial. Tentu kedua kasus ini selalu berhubungan dengan hukum karena telah merugikan orang lain.


Sobat Teruna, Tuhan Yesus dalam pengajaran-Nya menekankan tentang perilaku umat yang dapat merugikan orang lain. Bagi-Nya, perbuatan tidak terpuji yang dilakukan seseorang dapat menghancurkan bahkan membunuh kehidupan orang lain. Contohnya masalah makanan atau tanah saja, saudara kandung bisa saling membunuh. Dalam hal ini, Tuhan Yesus menegaskan, “Jangan membunuh, siapa yang membunuh harus dihukum.” Tuhan Yesus ingin mengajarkan kepada siapa pun untuk menghargai kehidupan orang lain walaupun terjadi perbedaan di antara mereka. Bagi-Nya tindakan kasih harus menjadi motto hidup orang percaya, yaitu mengasihi dalam kebenaran. Kasih dalam kebenaran akan menyatukan perbedaan.


Sobat Teruna, kita bisa bergaul dengan siapa saja. Itu penting dan perlu. Ketika bergaul, kita harus menempatkan tindakan kasih dalam kebenaran, sehingga hubungan dengan orang lain selalu baik. Kasih dalam kebenaran dapat membendung dan menghentikan tindakan tidak terpuji kepada orang lain. Kita berbuat kasih karena meneladani Yesus Kristus dan juga akan membuat kita terhindar dari hukuman Tuhan. Betapa indahnya jika kita sebagai anak Tuhan mampu menghargai perbedaan dalam kasih bersama orang lain, pasti masalah dapat dihadapi dengan bijaksana. (SN)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, tolong ajarlah aku untuk mengerti kehendak-Mu, supaya perilaku hidupku senantiasa mencerminkan keteladan-Mu dalam pergaulan setiap hari.