top of page

MENGASIHI TANPA SYARAT



 

Yakobus 2:5-8

5 Dengarkanlah, hai saudara-saudara yang kukasihi! Bukankah Allah memilih orang-orang yang dianggap miskin oleh dunia ini untuk menjadi kaya dalam iman dan menjadi ahli waris Kerajaan yang telah dijanjikan-Nya kepada barangsiapa yang mengasihi Dia? 6 Tetapi kamu telah menghinakan orang-orang miskin. Bukankah justru orang-orang kaya yang menindas kamu dan yang menyeret kamu ke pengadilan? 7 Bukankah mereka yang menghujat Nama yang mulia, yang oleh-Nya kamu menjadi milik Allah? 8 Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam Kitab Suci: ”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”, kamu berbuat baik.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, tentu sangat menyenangkan jika bisa memiliki teman-teman yang sefrekuensi dengan kita. Sefrekuensi karena punya hobi yang sama, selera humor yang sama, atau bahkan youtuber yang disukai pun sama. Tentu membuat kita merasa nyaman. Namun, jangan sampai kita menjadi pribadi yang suka membeda-bedakan orang lain dalam menjalin suatu hubungan pertemanan atau persahabatan karena ingin mencari yang sefrekuensi dengan kita.


Yakobus mengingatkan umat Allah khususnya orang Kristen Yahudi pada masa itu, untuk hidup saling mengasihi tanpa syarat-syarat tertentu. Adanya perbedaan dalam memperlakukan orang kaya dan orang miskin, memperlihatkan bahwa jemaat tidak sepenuhnya hidup dalam kasih karena menghina orang-orang miskin. Yakobus mengingatkan bahwa Allah justru memilih orang-orang miskin menjadi ahli waris Kerajaan Allah. Bukan berarti setiap orang kaya tidak bisa menjadi ahli waris Kerajaan Allah, hanya saja orang kaya pada masa itu hidup hanya untuk kepentingannya sendiri dengan menindas yang lemah. Oleh karena itu, jemaat diingatkan bahwa hidup orang beriman tidak dilihat dari statusnya sebagai orang kaya atau miskin, namun dilihat dari bagaimana seseorang mengasihi sesamanya.


Sobat Teruna, siapa pun tentu merasa senang jika diperlakukan baik oleh orang lain. Begitu juga dengan kita. Kita tentu akan sedih jika kita diperlakukan berbeda oleh orang-orang di sekitar kita, mungkin karena status sosial, status ekonomi, ras, suku, agama, dan sebagainya. Jika kita ingin dikasihi tanpa syarat dan tidak dibeda-bedakan oleh orang-orang di sekitar kita, maka mulailah terlebih dahulu juga untuk mengasihi sesama kita tanpa syarat-syarat tertentu. Selamat mengasihi tanpa syarat seperti Kristus yang juga mengasihi kita dan dunia ini tanpa syarat. Tuhan Yesus memberkati. (EYRB)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Allah sumber kasih, mampukan aku menjadi pribadi yang mau mengasihi Engkau sepenuhnya dengan cara mengasihi sesamaku tanpa syarat tertentu.




Comments


bottom of page