MENGEJAR HIKMAT


Amsal 2 : 1-5


1 Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku

dan menyimpan perintahku di dalam hatimu,

2 sehingga telingamu memperhatikan hikmat,

dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian,

3 ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian,

dan menujukan suaramu kepada kepandaian,

4 jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak,

dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam,

5 maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan

dan mendapat pengenalan akan Allah.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, penulis Kitab Amsal tampak sangat bersemangat mengajarkan tentang hikmat. Salah satu contohnya adalah penulisan pada pasal 2 ini. Penulis pasal 2 ini menggambarkan untuk memperoleh hikmat itu, kita bagaikan mengejar perak bahkan harta terpendam (ayat 4). Karena sangat berharga, maka mengejar hikmat itu tidak mudah, sehingga memerlukan usaha yang lebih serius, ketekunan dan kesabaran. Hikmat yang dimaksud adalah pengetahuan, pengertian tentang yang benar, jujur, tulus dan adil. Raja Salomo menyampaikan bahwa hikmat berasal dari TUHAN. Hikmat hanya dapat diperoleh bila TUHAN memberikannya. TUHAN memberikan hikmat kepada orang yang bersikap hormat dan taat kepada-Nya (ayat 6).


Menurut penulis pasal 2 ini, sarana yang digunakan untuk memperoleh hikmat adalah telinga, Maksudnya adalah telinga yang memerhatikan hikmat. Telinga berfungsi untuk mendengar. Berarti kita dididik untuk mendengarkan hal-hal yang benar. Memperhatikan hikmat artinya kita tetap fokus pada hal-hal yang benar. Raja Salomo menegaskan, bila kita memperoleh hikmat maka akan memperoleh pengertian, kepandaian dan pengenalan tentang TUHAN. Dengan demikian kita dapat bersikap bijaksana dalam menjalani dan mengisi kehidupan yang TUHAN anugerahkan serta semakin kagum akan kuasa-Nya yang ajaib.


Sobat Teruna kita telah membaca dan mempelajari teks renungan saat ini. Marilah kita mengejar harta yang berharga, yang tak pernah usang oleh zaman, yaitu hikmat. Yang perlu kita lakukan adalah menghampiri TUHAN dalam kekudusan-Nya. Kita memohon agar TUHAN memberikan hikmat-Ny. Lalu kita mempergunakan hikmat itu untuk kebaikan banyak orang. Kejarlah hikmat TUHAN, maka ia akan menjadi harta yang paling berharga dalam kehidupan kita! (PEJRC)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


TUHAN, tolong ajarlah aku untuk mengejar harta yang kekal yaitu hikmat-Mu agar jalan hidup yang dilakoni ini menjadi berarti dan berguna bagi kemuliaan-Mu