MENGEMBANGKAN DIRI


Matius 25 : 14-18

14 ”Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. 15 Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. 16 Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. 17 Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. 18 Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974,2018.


Sobat Teruna, setiap manusia mempunyai kelebihan. Kemampuan pada seseorang belum tentu ada pada orang lain. Karena itu setiap manusia adalah unik. Demikian juga Sobat Teruna sekalian. Setiap kita diberi Tuhan kemampuan yang istimewa. Yang terpenting dari setiap kemampuan yang Tuhan beri ialah kita benar-benar menggunakannya dengan baik dan bertanggungjawab. Kemampuan dari Tuhan itu harus kita gunakan untuk mengembangkan diri maupun lingkungan sekitar.


Sobat Teruna, bacaan Alkitab hari ini bercerita tentang seorang tuan yang akan keluar negeri dan memercayakan hartanya pada hamba-hambanya. Harta tuan itu disebut talenta. Dari ketiga hambanya, hanya dua yang melipatgandakan talenta yang diberi. Yang satu hanya menyimpannya dalam tanah. Siapa yang patut kita contoh dari ketiga hamba tersebut? Sudah tentu kedua hamba yang mengembangkan talenta yang diberi oleh sang tuan!


Sobat Teruna yang dikasihi Tuhan, tujuan dari mengembangkan diri menurut bacaan Alkitab hari ini adalah Kerajaan Sorga. Maksudnya adalah untuk menghadirkan damai sejahtera Tuhan di sorga ke tengah-tengah dunia ini. Caranya adalah dengan menggunakan talenta kita untuk menghasilkan prestasi yang membawa kedamaian dan kesejahteraan bersama. Karena Tuhan Yesus, Sang Tuan yang dalam cerita itu mau bepergian ke luar negeri telah menaruh kepercayaan kepada kita sebagai hamba-hamba-Nya. Jangan kita ‘mengubur’ talenta yang sudah dianugerahkan Tuhan. Sebaliknya, di zaman yang canggih ini kita perlu untuk mengeluarkan dan memakai talenta tersebut, serta menjadi kreatif. Menjadi kreatif berarti kita dapat membuat bakat, kemampuan, pengetahuan bahkan hobi menjadi hal yang bermanfaat. Dengan demikian, kita dapat memberikan jawaban yang menyenangkan hati Tuhan ketika Sang Pemberi talenta dan kepercayaan itu meminta pertanggungjawaban kelak. (YR)





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, terima kasih untuk talenta yang diberikan kepadaku. Aku mau menggunakan setiap bakat yang Tuhan beri untuk menjadi kebaikan dalam hidupku, keluargaku, dan orang lain.