MENGHIBUR DAN MEMBERI SEMANGAT


1 Tesalonika 3:6-7


6 Tetapi sekarang, setelah Timotius datang kembali dari kamu dan membawa kabar yang menggembirakan tentang imanmu dan kasihmu, dan bahwa kamu selalu menaruh kenang-kenangan yang baik akan kami dan ingin untuk berjumpa dengan kami, seperti kami juga ingin untuk berjumpa dengan kamu, 7 maka kami juga, saudara-saudara, dalam segala kesesakan dan kesukaran kami menjadi terhibur oleh kamu dan oleh imanmu.

Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, ketika saya melayani di Pasaman Barat, ada seorang bapak yang harus kehilangan anak remajanya karena kecelakaan. Peristiwa ini memukulnya dengan sangat keras dan tiba-tiba. Saya tidak akan menyalahkan jika Bapak itu kemudian menghabiskan waktu yang lama untuk mengeluh dan berduka. Ternyata bukan demikian yang terjadi. Hari ketiga sesudah kecelakaan itu, ia hadir dalam Ibadah Hari Minggu. Apakah perasaan dukacitanya sudah berakhir? Apakah kesusahannya telah hilang? Belum. Namun yang terjadi adalah Bapak itu “berlari” (berdoa) dan “bersandar” (berserah) kepada Tuhan. Itu suatu “buah iman” yang menghibur dan memberi semangat setiap orang yang melihat serta mendengarnya.


Paulus juga beroleh semangat dan penghiburan yang sama atas berita tentang jemaat di Tesalonika. Timotius yang diutusnya untuk menopang jemaat di Tesalonika, pulang dan membawa berita tentang keteguhan iman mereka. Jemaat di Tesalonika tetap teguh beriman kepada Kristus, sekalipun berhadapan dengan kesusahan. Ini sebuah berita yang memberi kekuatan kepada Paulus yang saat itu juga sedang mengalami kesusahan.


Sobat Teruna, siapa yang mengatakan bahwa kita tidak bisa “berbuah” (berbuat baik dan benar) di tengah-tengah kesusahan? Banyak orang yang menghadapi kesusahan dengan mengeluh. Namun, ada juga banyak kesaksian dalam Alkitab yang menceritakan bagaimana orang menghadapi kesusahan dengan tetap setia beriman kepada Kristus. Bagaimana dengan kita? Apa yang akan kita lakukan saat mengalami kesusahan? Mengeluh atau tetap setia menyatakan “buah iman” yaitu melakukan firman Tuhan? Mari kita tetap setia berdoa dan beribadah kepada Tuhan serta memohon penghiburan dari Roh Kudus. Dengan demikian kita tetap dapat “berbuah” (berbuat kebaikan dan kebenaran) yang memuliakan Tuhan Yesus. (EHAR)




Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mohon berikanlah kekuatan-Mu yang memampukan aku untuk setia “berbuah” atau berbuat baik dan benar, sekalipun di tengah kesusahan, sama seperti yang Engkau telah lakukan.