top of page

MENJADI TERUNA YANG SABAR



 

Keluaran 32: 1-6

1 Ketika bangsa itu melihat, bahwa Musa mengundur-undurkan turun dari gunung itu, maka berkumpullah mereka mengerumuni Harun dan berkata kepadanya: ”Mari, buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir – kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.” 2 Lalu berkatalah Harun kepada mereka: ”Tanggalkanlah anting-anting emas yang ada pada telinga isterimu, anakmu laki-laki dan perempuan, dan bawalah semuanya kepadaku.” 3 Lalu seluruh bangsa itu menanggalkan anting-anting emas yang ada pada telinga mereka dan membawanya kepada Harun. 4 Diterimanyalah itu dari tangan mereka, dibentuknya dengan pahat, dan dibuatnyalah dari padanya anak lembu tuangan. Kemudian berkatalah mereka: ”Hai Israel, inilah Allahmu, yang telah menuntun engkau keluar dari tanah Mesir!” 5 Ketika Harun melihat itu, didirikannyalah mezbah di depan anak lembu itu. Berserulah Harun, katanya: ”Besok hari raya bagi Tuhan!” 6 Dan keesokan harinya pagi-pagi maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, sesudah itu duduklah bangsa itu untuk makan dan minum; kemudian bangunlah mereka dan bersukaria.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Seorang anak muda mondar-mandir di ruang tunggu bandara. Ia sebentar-sebentar menengok jam tangannya, lalu menelepon seseorang, tetapi tidak diangkat-angkat. “Ah lama sekali, hampir satu jam aku menunggu, belum juga datang, bahkan gak bisa dihubungi!”, gumamnya. Karena tidak sabar, akhirnya dia memutuskan untuk naik taksi. Tidak jauh berselang datanglah teman yang ditunggu untuk menjemputnya, namun ia telah pergi.


Sobat Teruna, menanti satu jam, seharian, apalagi berhari-hari memang pekerjaan membosankan. Bangsa Israel sudah empat puluh hari menunggu Musa turun dari atas gunung Sinai (ps. 32:1; band.ps. 24:18). Mereka tak tahu apa yang terjadi pada Musa, tetapi juga tidak berdoa agar dia turun dengan selamat. Mereka berpikir mungkin telah terjadi sesuatu dengan Musa di gunung Sinai saat naik ke puncaknya (ps. 24:12-18). Bangsa Israel sudah tiga bulan meninggalkan Mesir dan empat puluh hari tinggal di gunung Sinai, namun belum juga mengenal Allah yang telah membebaskan mereka dari perbudakan di Mesir dan menuntun perjalanan menuju tanah Kanaan. Bangsa Israel menginginkan allah buatan tangan mereka sendiri. Mereka tidak sabar dan memaksa Harun membuat anak lembu emas, berhala yang pernah mereka sembah di Mesir.


Sobat Teruna, ketidaksabaran yang berlebih adalah egoisme, hanya memikirkan kesenangan pribadi, tak peduli dan tidak mau melihat masalah maupun kesulitan yang sedang dihadapi orang lain. Seseorang bisa tidak sabar karena keinginannya belum terwujud. Lalu ia marah, memaksa, mencelakai orang lain, bermusuhan, dsb. Akibatnya sangat merugikan. Sobat Teruna, sabar bukanlah menyianyiakan waktu juga kesempatan, tetapi sikap mampu menahan emosi dan keinginan (mengendalikan diri) serta bertahan dalam situasi sulit dengan tidak mengeluh. Jadilah teruna yang panjang sabar. (Sdn)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan, mohon berikanlah kesabaran bagiku dalam mewujudkan cita-cita dan harapanku agar di tengah-tengah kesulitan aku tetap tekun serta tidak putus asa.



bottom of page