top of page

MENJAGA KESELAMATAN







 


Galatia 3 : 15 - 22



15 Saudara-saudara, baiklah kupergunakan suatu contoh dari hidup sehari-hari. Suatu wasiat yang telah disahkan, sekalipun ia dari manusia, tidak dapat dibatalkan atau ditambahi oleh seorang pun. 16 Adapun kepada Abraham diucapkan segala janji itu dan kepada keturunannya. Tidak dikatakan ”kepada keturunan-keturunannya” seolah-olah dimaksud banyak orang, tetapi hanya satu orang: ”dan kepada keturunanmu”, yaitu Kristus. 17 Maksudku ialah: Janji yang sebelumnya telah disahkan Allah, tidak dapat dibatalkan oleh hukum Taurat, yang baru terbit empat ratus tiga puluh tahun kemudian, sehingga janji itu hilang kekuatannya. 18 Sebab, jikalau apa yang ditentukan Allah berasal dari hukum Taurat, ia tidak berasal dari janji; tetapi justru oleh janjilah Allah telah menganugerahkan kasih karunia-Nya kepada Abraham. 19 Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran – sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu – dan ia disampaikan dengan perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara. 20 Seorang pengantara bukan hanya mewakili satu orang saja, sedangkan Allah adalah satu. 21 Kalau demikian, bertentangankah hukum Taurat dengan janji-janji Allah? Sekali-kali tidak. Sebab andaikata hukum Taurat diberikan sebagai sesuatu yang dapat menghidupkan, maka memang kebenaran berasal dari hukum Taurat. 22 Tetapi Kitab Suci telah mengurung segala sesuatu di bawah kekuasaan dosa, supaya oleh karena iman dalam Yesus Kristus janji itu diberikan kepada mereka yang percaya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.



 

Sobat teruna, belajar Kitab Galatia yuk. Kitab Galatia adalah surat yang ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang Kristen yang tinggal di Galatia. Rasul Paulus menulis surat ini karena jemaat Galatia terus-menerus memperdebatkan perbedaan pemahaman di antara mereka tentang keselamatan. Di satu pihak, sebagian orang meyakini bahwa penentu mutlak keselamatan tidak cukup hanya percaya kepada Kristus, melainkan wajib mematuhi Hukum Taurat 100%. Oleh sebab itu, menurut mereka keselamatan itu harus diupayakan, pahala harus dikumpulkan sebanyak — banyaknya hingga pada akhimya kita berhasil memperoleh keselamatan.

Di pihak yang Iain, sebagian orang menyatakan bahwa keselamatan yang hakiki itu adalah beriman dan percaya bahwa Kristus adalah Juruselamat. Keselamatan itu bukan upaya dan usaha manusia. Keselamatan itu adalah anugerah yang Kristus berikan secara cuma—cuma. Itu benar — benar gratis! Sebagai bentuk syukur bahwa kita sudah diselamatkan oleh Kristus, maka kita mematuhi semua yang Tuhan Yesus ajarkan. Sifat Hukum Taurat hanya sebagai pemandu kehidupan bangsa Israel agar mereka tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran firman Tuhan. Hukum Taurat tidak menyelamatkan umat manusia. Rasul Paulus tegas menyampaikan bahwa keselamatan hanya diperoleh dengan iman percaya kepada Kristus dan tidak ada usaha manusia sedikit pun.

Sobat Teruna, yuk memeriksa diri. Apakah semua kebaikan yang dilakukan itu dilandaskan rasa syukur dan terima kasih kepada Kristus karena Dia sudah menyelamatkan kita? Atau kita melakukan kebaikan untuk mengumpulkan pahala supaya selamat? Firman Tuhan menuntun kita, teruna yang beriman kepada Kristus sudah memperoleh keselamatan. Cara menjaga keselamatan yang sudah diperoleh dengan melakukan kebaikan-kebaikan sesuai dengan firmanNya.

(LMWR/MNg)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :

Tuhan Yesus, kami bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menganugerahkan keselamatan kepada kami. Amin.






コメント


bottom of page