top of page

MENJAUHI SIKAP TAMAK



 

Lukas 12 : 13-15

13 Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: ”Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” 14 Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” 15 Kata-Nya lagi kepada mereka: ”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.”


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, sekitar bulan Juni–Juli 2021, kasus Covid-19 di Indonesia meningkat pesat. Peningkatan kasus Covid-19 membuat permintaan akan alat kesehatan, obat-obatan dan vitamin ikut meningkat. Ketika permintaan meningkat, maka wajar jika harga akan ikut melonjak naik. Persoalannya adalah kenaikan harga alat kesehatan, obat-obatan dan vitamin saat itu di luar batas kewajaran. Ada yang menjual alat kesehatan, vitamin dan obat-obatan dengan harga tinggi. Mereka memanfaatkan kesempatan di tengah kesempitan untuk meraih keuntungan besar. Harga tabung oksigen medis yang biasanya berkisar Rp.700.000, melambung tinggi menjadi Rp. 2.000.000. Apa yang sebenarnya memicu terjadinya fenomena seperti itu? Jawabannya sederhana: KETAMAKAN. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, istilah ketamakan berarti: selalu ingin beroleh banyak untuk diri sendiri (misalnya: harta), loba/serakah.


Dalam bacaan Alkitab hari ini Yesus mengingatkan murid-murid-Nya agar waspada terhadap ketamakan. Yesus juga menegaskan bahwa hidup manusia tidak tergantung pada kekayaan yang dimilikinya. Mengapa Yesus mengingatkan para murid agar waspada terhadap ketamakan? Karena ketamakan (terutama tamak terhadap harta) bisa mengakibatkan kehancuran. Kehancuran yang dimaksud bukan hanya terjadi dalam kehidupan orang yang tamak, tetapi juga keluarganya, masyarakat bahkan alam ciptaan Tuhan. Tidak bisa dipungkiri, kerusakan alam yang terjadi di berbagai belahan bumi yang mengancam keberlangsungan kehidupan manusia dan seluruh makhluk sesungguhnya juga diakibatkan oleh ketamakan manusia.

Sobat Teruna, mari kita tanggalkan sifat tamak. Sebaliknya, marilah kita mengembangkan sikap sederhana. Kita harus berani berkata cukup atas berkat yang Tuhan berikan. Kita perlu belajar mensyukuri semua berkat yang Tuhan berikan. Jika itu kita lakukan, maka berkat dan damai sejahtera Tuhan akan juga dirasakan dan dialami oleh banyak orang. (YJ)


 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, tolong lindungilah aku dari bahaya ketamakan dan mohon mampukanlah aku untuk berani berkata cukup serta bersyukur atas berkat yang Engkau berikan.

Comments


bottom of page