MENOPANG DAN MENGUATKAN


1 Tesalonika 3:1-3


1 Kami tidak dapat tahan lagi, karena itu kami mengambil keputusan untuk tinggal seorang diri di Atena. 2 Lalu kami mengirim Timotius, saudara yang bekerja dengan kami untuk Allah dalam pemberitaan Injil Kristus, untuk menguatkan hatimu dan menasihatkan kamu tentang imanmu, 3 supaya jangan ada orang yang goyang imannya karena kesusahan-kesusahan ini. Kamu sendiri tahu, bahwa kita ditentukan untuk itu.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


“Saya kuat dan kamu lemah. Jadi kamu harus tunduk kepada saya.” “Ingat, jangan coba-coba melawan, karena saya lebih kuat dan berkuasa dari kamu.” “Saya pintar dan kaya. Jadi saya yang harus kamu patuhi.” “Kamu minoritas, kami mayoritas. Jadi kami yang benar.”


Perkasa, pintar, kaya, berkuasa, mayoritas adalah bentuk-bentuk kekuatan yang ada. Hal yang sebaliknya, yaitu minoritas, miskin, tak berdaya disebut kelemahan. Namun, apakah benar jika kekuatan dipakai untuk menindas yang lemah?


Jemaat di Tesalonika secara rohani masih lemah karena mereka baru bertobat. Paulus serta teman sepelayanannya juga tidak cukup lama tinggal untuk membina jemaat ini. Sedangkan kekuatan yang ada di sekitar mereka telah menjadi lawan yang mematikan. Keadaan ini membuat Paulus kuatir. Ia sedang di Athena pada waktu itu. Paulus sadar bahwa harus ada yang mendampingi jemaat di Tesalonika dalam berhadapan dengan tantangan iman mereka. Paulus kemudian mengutus Timotius untuk menopang dan menguatkan jemaat di Tesalonika sehingga mereka kemudian menjadi kuat dan kokoh beriman kepada Kristus. Timotius memakai kekuatannya di dalam Kristus untuk “berbuah” dengan cara menopang dan menguatkan jemaat di Tesalonika.


Orang yang kuat mengalahkan yang lemah itu adalah hal yang biasa bahkan rendah nilainya karena mudah sekali untuk dilakukan. Nggak keren kan kalau dikatakan bahwa Goliat menang melawan Daud? Yang keren adalah kalau yang kuat itu menopang yang lemah! Karena hal itu membutuhkan pengorbanan yang besar. Jadi apa lagi yang kita tunggu? Ada banyak orang lemah di dekat kita yang membutuhkan pertolongan. Ayo, layani Tuhan dengan kekuatan kita yang menopang dan menguatkan orang yang lemah. (EHAR)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, tolonglah, agar aku dapat menopang dan menguatkan orangtua, saudara dan teman bahkan lawan, ketika mereka dalam kelemahan.