MENYATAKAN KEBENARAN TUHAN


Kisah Para Rasul 2 : 22-28


22 Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. 23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. 24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. 25 Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. 26 Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, 27 sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati,

dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. 28 Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna, hari Pentakosta (turunnya Roh Kudus ke atas para murid) meninggalkan kisah yang menggemparkan jagad raya. Para murid Yesus Kristus dituduh sedang mabuk karena mereka tiba-tiba saja mampu menceritakan firman Tuhan dalam berbagai macam bahasa asing. Semua orang asing yang hadir saat itu dapat mengerti firman Tuhan dengan baik. Mendengar tuduhan itu, dengan tegas dan berani, Rasul Petrus berdiri di hadapan orang banyak untuk memberikan penjelasan kepada mereka bahwa para murid tidak mabuk. Dijelaskan lebih lanjut bahwa mereka sedang bersaksi tentang kebesaran Tuhan Yesus dan semua kejadian ini sebelumnya telah dinubuatkan (disampaikan) oleh nabi Yoel dan Raja Daud. Kebenaran firman Tuhan yang diberitakan oleh para murid tentang Yesus Kristus yang berasal dari Nazaret, Mesias yang dijanjikan itu. Rasul Petrus juga mengingatkan mereka akan kebesaran kuasa Tuhan Yesus yang mampu mengalahkan kuasa maut (jahat). Keberaniannya berbicara tentang Tuhan Yesus dan juga membela para murid berasal dari kuasa Roh Kudus yang menolong dan memampukannya berkata-kata.

Sobat Teruna, setelah kita membaca kisah ini, tentunya sekarang dapat mengetahui dan mengerti dengan benar tentang Roh Kudus. Roh Kudus memberi pertolongan bagi para murid Tuhan Yesus untuk berani membela yang benar. Sobat Teruna pun mampu membela kebenaran dengan cara yang menyenangkan hati Tuhan Yesus. Contohnya, ketika Sobat Teruna menyaksikan ada seseorang atau sekelompok orang yang mengucapkan kebohongan, melakukan ketidakadilan dan ketidakbenaran, berdoalah di dalam hati lalu minta tolong kepada Tuhan Yesus agar kita mampu menyampaikan kebenaran kepada orang yang tepat. Setiap hal baik perjuangkanlah dengan bimbingan Roh Kudus dan cara yang menyenangkan hati Tuhan Yesus. (EJRZ)


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Tuhan Yesus, mampukanlah aku untuk menyatakan kebenaran sesuai kehendak-Mu. Mohon berilah bimbingan dari Kuasa Roh Kudus agar perkataanku menyenangkan hati Bapa dan Tuhan Yesus.