top of page

MENYATAKAN KEHENDAK ALLAH



 

Kisah Para Rasul 7 : 35-36

35 Musa ini, yang telah mereka tolak, dengan mengatakan: Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim? – Musa ini juga telah diutus oleh Allah sebagai pemimpin dan penyelamat oleh malaikat, yang telah menampakkan diri kepadanya di semak duri itu. 36 Dialah yang membawa mereka keluar dengan mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di tanah Mesir, di Laut Merah dan di padang gurun, empat puluh tahun lamanya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Sobat Teruna, Stefanus menegaskan bahwa Musa yang adalah utusan Allah pun ditolak oleh orang Israel pada waktu itu. Padahal Musa yang dipakai Allah untuk membebaskan bangsa Israel. Mukjizat-mukjizat Allah dinyatakan kepada bangsa Israel melalui Musa. Stefanus ingin mengingatkan para anggota Mahkamah Agama bahwa sejak dari nenek moyang bangsa Israel sudah menolak utusan Allah. Jadi, tidak heran jika mereka juga menolak Yesus Kristus.


Dalam kehidupan di dunia ini, kebaikan dan kebenaran tidak selalu diterima. Saat berkata tentang kebenaran, banyak pihak yang ingin kita diam. Ada pihak yang marah, jika kebenaran itu terkuak. Saat berbuat hal yang baik pun, masih ada orang yang curiga atau bahkan menolak dan melarang kita melakukan kebaikan. Padahal melakukan kebenaran dan kebaikan adalah tindakan kita melaksanakan kehendak Allah, tapi kenyataannya belum tentu hal itu diterima oleh semua orang.


Walaupun demikian, tujuan hidup kita sebagai pengikut Kristus adalah melaksanakan kehendak-Nya. Itulah ungkapan syukur atas anugerah keselamatan yang telah diberikan bagi kita. Karena itu, penolakan saat kita menyatakan kehendak Allah bukanlah suatu masalah. Yang penting ialah bagaimana menyatakan kehendak Allah dalam hidup kita di tengah dunia ini. Pada saat menyatakan kehendak Allah dan mengalami penolakan, kita bisa saja mengalami kekecewaan. Sangat berbahaya jika kekecewaan itu menghasilkan kelelahan untuk menyatakan kehendak Allah. Apalagi bila kekecewaan itu mengakibatkan kita menyerah untuk melaksanakan kehendak Allah. Karena itu Sobat Teruna, di Hari Remaja ini, mintalah kepada Allah agar kita kuat menghadapi penolakan. Mintalah juga kekuatan dari Allah supaya kita tidak lelah dan pantang menyerah menyatakan kehendak-Nya di dalam kehidupan bangsa Indonesia ini. (ASWP)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Allah, mohon berikanlah aku yang remaja ini kekuatan dan semangat juang untuk selalu menyatakan kehendak-Mu di dunia, meskipun mengalami penolakan.










Komentáře


bottom of page