MISI: RUMAHKU HARUS PENUH



 

Lukas 14 : 15 - 24

15 Mendengar itu berkatalah seorang dari tamu-tamu itu kepada Yesus: "Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah." 16 Tetapi Yesus berkata kepadanya: "Ada seorang mengadakan perjamuan besar dan ia mengundang banyak orang.17 Menjelang perjamuan itu dimulai, ia menyuruh hambanya mengatakan kepada para undangan: Marilah, sebab segala sesuatu sudah siap. 18 Tetapi mereka bersama-sama meminta maaf. Yang pertama berkata kepadanya: Aku telah membeli ladang dan aku harus pergi melihatnya; aku minta dimaafkan.19 Yang lain berkata: Aku telah membeli lima pasang lembu kebiri dan aku harus pergi mencobanya; aku minta dimaafkan. 20 Yang lain lagi berkata: Aku baru kawin dan karena itu aku tidak dapat datang. 21 Maka kembalilah hamba itu dan menyampaikan semuanya itu kepada tuannya. Lalu murkalah tuan rumah itu dan berkata kepada hambanya: Pergilah dengan segera ke segala jalan dan lorong kota dan bawalah ke mari orang-orang miskin dan orang-orang cacat dan orang-orang buta dan orang-orang lumpuh. 22 Kemudian hamba itu melaporkan: Tuan, apa yang tuan perintahkan itu sudah dilaksanakan, tetapi sekalipun demikian masih ada tempat. 23 Lalu kata tuan itu kepada hambanya: Pergilah ke semua jalan dan lintasan dan paksalah orang-orang, yang ada di situ, masuk, karena rumahku harus penuh. 24 Sebab Aku berkata kepadamu: Tidak ada seorangpun dari orang-orang yang telah diundang itu akan menikmati jamuan-Ku."


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Misi dalam ‘game’ kita hari ini adalah membuat rumah Tuhan penuh. Maksudnya adalah mengajak sebanyak mungkin orang untuk masuk ke dalam keselamatan yang telah disediakan Allah. Berbeda dengan misi kita sebelumnya (“Selamatkan yang Kau Bisa”), kerumitan dalam misi ini adalah orang yang diundang tidak mau datang (ay. 18-20), sedangkan orang yang diajak bukanlah orang yang dapat dengan mudah datang karena mereka adalah orang-orang miskin, cacat, buta dan lumpuh (ay. 21) sehingga untuk mendatangkan orang-orang seperti itu, kita harus menggunakan ‘tekhnik’ dan keterampilan tertentu. Menantang, bukan?


Pada kenyataannya, mengajak orang untuk masuk ke dalam keselamatan di dalam Yesus merupakan hal yang tidak mudah. Misalnya mengajak teman untuk ikut IHMPT maupun kegiatan PT lainnya (baik tatap muka maupun dari rumah), mengajak teman untuk belajar supaya tidak perlu menyontek ketika ulangan, mengajak teman untuk berteman dengan orang yang sering di-bully, mengajak teman untuk tidak cepat reaktif terhadap komentar-komentar di media sosial, dll.

Kita, yang sering main game di gadget, tahu persis bahwa dalam setiap game, tantangan yang kita hadapi akan semakin rumit dan sulit. Akan tetapi, bukankah semakin berat tantangan, semakin kita bergairah untuk menguasai permainan? Kegairahan ini juga sama seperti kita bermain basket atau pun bola kaki. Untuk memasukkan bola basket ke dalam ring atau bola kaki ke gawang, kita membutuhkan tekhnik dan keterampilan tersendiri. Nah, bagi kita yang menyukai tantangan, mengajak orang lain untuk datang kepada Yesus juga akan membangkitkan kegairahan tersendiri. Kita hanya perlu sering-sering mempelajari tekhnik dan melatih keterampilan melayani. Semakin sulit orang yang kita ajak, semakin tertantang kita jadinya! (CCTvM)

 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, mohon buatlah aku menikmati setiap tantangan yang Engkau rancang untuk menjadikan aku lebih tangguh melayani.