MISI: SELAMATKAN YANG KAU BISA



 

Lukas 14 : 1 - 6


1 Pada suatu hari Sabat Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. 2 Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air berdiri di hadapan-Nya.3 Lalu Yesus berkata kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi itu, kata-Nya: "Diperbolehkankah menyembuhkan orang pada hari Sabat atau tidak?" 4 Mereka itu diam semuanya. Lalu Ia memegang tangan orang sakit itu dan menyembuhkannya dan menyuruhnya pergi. 5 Kemudian Ia berkata kepada mereka: "Siapakah di antara kamu yang tidak segera menarik ke luar anaknya atau lembunya kalau terperosok ke dalam sebuah sumur, meskipun pada hari Sabat?"6 Mereka tidak sanggup membantah-Nya.


Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Mirip seperti pada game atau permainan di gadget, misi yang ditentukan Yesus untuk dikerjakan oleh murid-murid-Nya adalah menyelamatkan sebanyak mungkin orang yang mereka bisa. Awalnya, misi ini dapat dikerjakan dengan mudah atau tanpa perlawanan, seperti membebaskan orang dari kuasa setan (Luk 10:17). Lama kelamaan, misi ini menjadi rumit ketika mereka menemukan orang sakit busung air yang minta disembuhkan pada hari Sabat. Apa rumitnya? Pada hari Sabat, orang Yahudi dilarang melakukan pekerjaan apa pun. Jadi, bagaimana mereka dapat menyelesaikan misi ini: menyembuhkan orang pada hari Sabat? Ibarat main game, kali ini kita sedang bermain jenis puzzle (teka-teki), yang untuk mencapai suatu misi, kita harus mencari jalannya.


Dalam bacaan ini, Yesus menegaskan misi dari tugas pelayanan kita semua yaitu menyelamatkan sebanyak mungkin orang, serumit apa pun keadaannya. Akan tetapi, menyelamatkan orang dari penderitaan tidak semudah yang dibayangkan karena ada tingkat kerumitannya. Misalnya untuk mengirimkan makanan kepada sahabat kita yang sedang isolasi mandiri, kita sendiri tidak punya cukup uang untuk memesankan makanan; untuk membawa orang tua kita yang sakit ke fasilitas kesehatan, kita sendiri belum boleh mengemudikan kendaraan; untuk menolong teman sekolah yang tidak punya kuota untuk belajar dari rumah, kita sendiri mendapat kuota dari bantuan pemerintah.

Karena itu, seperti bermain gamejenis puzzledi gadget, kerumitan dalam pelayanan juga harus kita jadikan tantangan yang menggairahkan. Untuk mengurai kerumitan-kerumitan itu, kita dapat memerhatikan petunjuk-petunjuk yang ada di sekitar kita. Itulah mengapa Yesus sebagai yang menentukan misi, juga menempatkan orang-orang di sekitar kita, yang pada mereka tersimpan ‘jawabannya. Ayo, cari sampai ketemu jalannya! (CCTvM)


 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus, mohon berikan aku kegigihan, supaya tidak mudah menyerah dalam melayani Engkau.