top of page

MULIAKANLAH TUHAN DENGAN BAKATMU


 

Ezra 2:36-42


36 Inilah para imam: bani Yedaya, yakni kaum keluarga Yesua: sembilan ratus tujuh puluh tiga orang; 37 bani Imer: seribu lima puluh dua orang; 38 bani Pasyhur: seribu dua ratus empat puluh tujuh orang; 39 bani Harim: seribu tujuh belas orang. 40 Inilah orang-orang Lewi: bani Yesua dan Kadmiel, yakni bani Hodawya: tujuh puluh empat orang. 41 Inilah para penyanyi: bani Asaf: seratus dua puluh delapan orang. 42 Inilah kaum penunggu pintu gerbang: bani Salum, bani Ater, bani Talmon, bani Akub, bani Hatita, bani Sobai, semuanya seratus tiga puluh sembilan orang.


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia

 


Sesuai dengan Keputusan Presiden No. 10 tahun 2013, setiap tanggal 9 Maret diperingati sebagai Hari Musik Nasional. Pemilihan tanggal 9 Maret sebagai Hari Musik Nasional tak lepas dari hari kelahiran sang maestro musik Indonesia, yang juga pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya.” Tentu Sobat Teruna tahu nama sang maestro musik Indonesia tersebut. Ya, benar, Wage Rudolf Soepratman. W.R. Soepratman lahir di Jatinegara pada tanggal 9 Maret 1903. Belakangan ada perubahan terkait tempat dan tanggal lahir sang maestro, namun hingga saat ini belum ada pengumuman resmi dari pemerintah atau Keputusan Presiden yang meralat perihal tersebut.


Sejak awal Soepratman sudah menunjukkan bakatnya pada bidang musik. Ia sangat piawai dalam bermain biola. Pada usia 21 tahun, Soepratman menciptakan lagu Indonesia Raya. Empat tahun kemudian, dalam Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober tahun 1928, Soepratman memperdengarkan lagu Indonesia Raya secara instrumental dengan biola di depan semua peserta Kongres. Setelah Indonesia merdeka, lagu Indonesia Raya ciptaan Soepratman dijadikan lagu kebangsaan.


Sobat Teruna, dalam Ezra 2:36-42 diceritakan ada empat kelompok orang yang kembali dari pembuangan yakni, para Imam, orang Lewi, penyanyi, dan penunggu pintu gerbang. Orang-orang ini memiliki keahlian khusus terkait pelayanan di Bait Suci. Kehadiran mereka diharapkan dapat menolong umat dalam melaksanakan ibadah di Bait Suci dan memastikan pelayanan di sana kembali berjalan sesuai dengan kehendak Allah.


Sobat Teruna, belajar dari teladan W.R. Soepratman dan ke-empat kelompok pelayan di Bait Suci, setiap bakat yang kita miliki hendaklah dipakai untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi banyak orang dan memuliakan Nama Allah. (SL)



 


Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, aku bersyukur untuk bakat dan kepintaran yang Engkau anugerahkan kepadaku. Tolong ajarlah aku ya Tuhan untuk dapat menggunakan bakatku dengan benar agar Nama-Mu semakin dimuliakan.


Comments


bottom of page