NASI MENJADI BUBUR


2 Raja-Raja 17 : 7-12


7 Hal itu terjadi, karena orang Israel telah berdosa kepada Tuhan, Allah mereka, yang telah menuntun mereka dari tanah Mesir dari kekuasaan Firaun, raja Mesir, dan karena mereka telah menyembah allah lain, 8 dan telah hidup menurut adat istiadat bangsa-bangsa yang telah dihalau Tuhan dari depan orang Israel, dan menurut ketetapan yang telah dibuat raja-raja Israel. 9 Dan orang Israel telah menjalankan hal-hal yang tidak patut terhadap Tuhan, Allah mereka. Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan di mana pun mereka diam, baik dekat menara penjagaan maupun di kota yang berkubu; 10 mereka mendirikan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun; 11 di sana di atas segala bukit itu mereka membakar korban seperti bangsa-bangsa yang telah diangkut Tuhan tertawan dari depan mereka; mereka melakukan hal-hal yang jahat sehingga mereka menimbulkan sakit hati Tuhan; 12 mereka beribadah kepada berhala-berhala, walaupun Tuhan telah berfirman kepada mereka: ”Janganlah kamu berbuat seperti itu!”


Alkitab Terjemahan Baru © 1974, Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia


Sobat Teruna tentu sering mendengar peribahasa “nasi telah menjadi bubur.” Maknanya secara umum adalah suatu tindakan atau perkataan dan akibatnya yang sudah telanjur terjadi dan tidak dapat diubah atau ditarik kembali. Peribahasa ini sering digunakan untuk mengingatkan banyak orang bahwa alangkah bijaknya untuk berpikir terlebih dahulu sebelum mengatakan atau melakukan sesuatu hal. Apalagi jika hendak mengatakan atau melakukan sesuatu hal yang dampaknya berpotensi merusak atau merugikan banyak orang termasuk diri sendiri.


Bacaan hari ini mengisahkan mengenai kehancuran kerajaan Israel Utara oleh bangsa Asyur. Peristiwa itu telah terjadi dan tidak dapat ditarik kembali. Raja mereka ditangkap. Negeri mereka dihancurkan. Rakyatnya diangkut dan ditawan di Asyur. Kehancuran itu dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Itu semua terjadi bukan tanpa alasan. Dikatakan bahwa mereka selama ini telah berdosa kepada Tuhan dan melakukan apa yang jahat di mata-Nya. Tugu-tugu dan tiang-tiang berhala mereka dirikan di mana-mana lalu menyembahnya. Mereka mengkhianati perjanjian dengan Tuhan. Mereka mengandalkan kekuatan manusia dan bangsa lain. Mereka tidak mengandalkan kekuatan Tuhan. Mereka melupakan Tuhan. Padahal karena kebaikan-Nya, Tuhan telah menyelamatkan mereka dari Mesir. Tuhan pun berulangkali menyampaikan teguran dan peringatan kepada mereka melalui para nabi.


Sobat Teruna, di pagi hari ini kita dapat belajar dari pengalaman Israel. Melaluinya kita diingatkan untuk meninggalkan dan menanggalkan keburukan diri. Karena segala yang buruk dapat berdampak tidak baik. Kita juga diajak untuk menjauhi segala bentuk pergaulan yang mengarah pada kenakalan/kejahatan remaja. Jangan sampai “nasi berubah menjadi bubur” dan mendatangkan penyesalan. Ingatlah, penyesalan selalu datang terlambat. Sobat Teruna, mari selalu andalkan Tuhan dan hidup berlandaskan firman-Nya. (DNU)





Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna :


Ya Tuhan, mohon berilah aku hikmat-Mu, agar semakin dapat berkata juga bertindak dengan bijak, cermat dan tepat.