NILAI 100



 

Yakobus 1:19-21

19 Hai saudara-saudara yang kukasihi, ingatlah hal ini: setiap orang hendaklah cepat untuk mendengar, tetapi lambat untuk berkata-kata, dan juga lambat untuk marah; 20 sebab amarah manusia tidak mengerjakan kebenaran di hadapan Allah.

21 Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.



Alkitab Terjemahan Baru © Indonesian Bible Society – Lembaga Alkitab Indonesia 1974, 2018.

 


Nilai “100”, siapa yang tidak menginginkannya? Tentu semua Sobat Teruna menginginkan nilai 100 dalam setiap tugas atau pun ulangan yang diberikan oleh guru di sekolah karena akan memberikan kebanggan dan kepuasaan bagi kita juga bagi keluarga terutama orang tua kita.


Sobat Teruna, untuk mendapatkan nilai 100 tentu memerlukan sebuah proses. Tidak ada cara instan dan gampang mendapatkannya. Melalui perenungan kita pagi ini, kita diajak untuk mendapatkan hasil yang terbaik dengan bersabar menikmati proses yang ada agar mampu mengendalikan diri untuk tidak cepat emosi dan marah, apalagi marah dengan Tuhan Yesus ketika sesuatu hal yang kurang baik terjadi dalam hidup kita. Marah adalah salah satu sikap yang kurang berkenan bagi Tuhan Yesus Sang Pemilik kehidupan ini. Ia mengajarkan kita untuk mengutamakan sikap lemah lembut agar bisa menikmati segala apa yang ada pada kita saat ini. Pada hari ini, Firman Tuhan meneguhkan kita untuk selalu bersabar menikmati segala hal yang terjadi pada kita saat ini. Tuhan tahu apa yang terbaik buat kita, di dalam iman percaya kita yang sungguh-sungguh hanya kepada-Nya.


Nilai “100” adalah kebanggaan semua orang. Mari kita berusaha untuk meraih apa yang kita impikan. Tidak hanya soal nilai 100 di sekolah, tapi kita juga harus mampu mengejar yang lebih jauh ke depan yaitu cita-cita kita. Hasil terbaik yang kita dapatkan akan semakin memuaskan dan membanggakan, bilamana dalam proses meraihnya kita mampu bersabar menikmati prosesnya. Mars Pelkat Persekutuan Teruna GPIB mengatakan “Siapkan diri sedari dini wahai teruna GPIB, songsong masa depanmu sendiri,” Ya, Sobat Teruna adalah harapan GPIB dan negeri tercinta Indonesia. (EYRB)



 

Berdoalah agar firman Tuhan hari ini bisa berakar, tumbuh dan berbuah dalam kehidupan Sobat Teruna:


Tuhan Yesus Kristus yang menjadi Sumber Kehidupan, aku memohon untuk selalu dimampukan agar selalu sabar dan setia menjadi pelaku Firman Tuhan dalam menjalani segala proses di dalam kehidupanku.